#Covid-19Indonesia#Vaksin

Distribusi Vaksin AstraZeneca Disetop Sementara

Distribusi Vaksin AstraZeneca Disetop Sementara
Juru bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi/Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen


Jakarta (Lampost.co) -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menghentikan sementara distribusi Vaksin AstraZeneca batch CTMAV547. Kebijakan diambil lantaran dugaan dua kasus kematian.

"Ada dugaan kematian pascavaksinasi," kata juru bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi saat dihubungi, Jakarta, Senin, 17 Mei 2021.

Nadia mengatakan dua kasus dugaan kematian itu terjadi di Jakarta. Komisi Nasional (Komnas) KIPI telah menyelidiki kasus ini.

"Kita tunggu kepastian (penyelidikan) dari Komnas KIPI," ucap dia.

Dia tak memerinci dua kasus dugaan kematian akibat Vaksin AstraZeneca. Sebelumnya, pemuda bernama Trio Fauqi Virdaus meninggal dunia satu hari usai divaksinasi. Penyebab kematian pria berusia 22 tahun ini dikaitkan dengan Vaksin AstraZeneca. 

Ketua KIPI Hindra Irawan Satari mengatakan pihaknya belum mendapatkan cukup bukti untuk mengaitkan kejadian itu dengan vaksinasi.  

Pemuda asal Buaran, Jakarta Timur, ini meninggal pada Kamis, 6 Mei 2021. Almarhum disuntik Vaksin AstraZeneca pada Rabu, 5 Mei 2021.

Mulanya almarhum merasa demam setelah mendapatkan suntikan vaksin. Karena kondisinya melemah ia dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal sekitar pukul 12.30 WIB

Vaksin untuk Indonesia

Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

"Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait