operasipasar

Disperindag dan Bulog Jaga Stabilitas Harga

Disperindag dan Bulog Jaga Stabilitas Harga
Ilustrasi. Dok/Lampost.co


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Dinas Perindustian dan Perdagangan Provinsi Lampung menyatakan bahwa belum mengagendakan akan dilaksanakannya operasi pasar (OP) jelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Hal tersebut diakibatkan terdapat pentimbangan adanya pandemi Covid-19. 

"Kami mementingkan keselamatan masyarakat, dikhawatirkan adanya klaster baru penyebaran Corona. Namun masih kami lakukan upaya jika ada OP dipastikan mematuhi protokol kesehatan dengan penerapan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan)," kata Kabid Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Mohammad Zimmi Skil, Kamis, 17 Desember 2020.

Ia juga mengatakan bahwa informasi kevdepan akan diberikan. "Nanti kami update ya," katanya. 

Yang jelas, lanjut dia, Dinas Perindustian dan Perdagangan setiap hari kerja selalu mengerahkan petugas untuk memantau perkembangan harga bahan pokok. "Kita selalu lakukan pemantauan di 8 pasar tradisional dengan ketat," jelasnya. 

Sebelumnya, tambah dia, pada 1 Desember 2020 lalu, Disperindag telah melakukan rapat koordinasi daerah HBKN menjelang Natal 2020 dan tahun baru 2021 bersama kabupaten dan kota di Provinsi Lampung, satgas pangan, dan distributor serta pelaku usaha. "Dalam rapat tersebut kita membahas dan upaya menjaga stabilisasi harga dan persediaan," terangnya.  

Sementara itu, Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Lampung menyatakan bahwa stok beras untuk Provinsi Lampung aman hingga delapan bulan ke depan. "Stok beras Bulog sangat aman, sehingga masyarakat tak perlu khawatir mengenai harga karena jelang Nataru ini stabil," kata Kepala Bulog Provinsi Lampung, Faisal, Kamis, 17 Desember 2020. 

Hal tersebut menjadikan harga relatif stabil. "Kami sudah rutin laksanakan operasi pasar dengan penjualan ke toko-toko hingga distributor. Kegiatan ini tidak hanya menjelang hari perayaan agama saja ya, tapi rutin digelar," katanya. 

Selain itu, tambah dia, bantuan sosial (Bansos) oleh pemerintah untuk tiga bulan ke depan juga sangat membantu stabilisasi harga. "Penyebaran beras banyak, salah satunya adalah bantuan pemerintah, jadi kebutuhan masyarakat saat ini cukup terpenuhi," ungkapnya. 
 

EDITOR

Ricky Marly

loading...




Komentar


Berita Terkait