#pengangguran#BPS

Disnaker Siapkan Jurus Kurangi Pengangguran di Lampung

Disnaker Siapkan Jurus Kurangi Pengangguran di Lampung
Salah satu peserta sedang diberikan pelatihan menjait di Balai Pelatihan Kerja Bandar Lampung. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung harus mengambil langkah konkret untuk menangani pengangguran di Bumi Ruwai Jurai. Apalagi, persoalan ini kian pelik mengingat banyak sektor usaha yang terdampak pandemi covid-19..

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung menyampaikan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Provinsi Lampung sebesar 4,54% lebih rendah dari rata-rata TPT Nasional 6,26 %. Kemudian juga terdapat penduduk usia kerja ada 340,3 ribu terdampak covid-19 (5,28 %). Sebanyak  21,4 ribu pengangguran; 11,1 ribu bukan angkatan kerja; 27,5 ribu sementara tidak bekerja, 280,3 ribu penduduk bekerja dengan pengurangan jam kerja atau shorter hours.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Tenagakerja Provinsi Lampung, Agus Nompitu mengatakan, pihaknya tengah menempuh berbagai langkah untuk mengatasi banyaknya persoalan ketenagakerjaan, terlebih dalam menekan angka pengangguran di Provinsi Lampung. 

"Saat ini kami sedang mempersiapkan platform digital untuk mempertemukan pencari kerja dan penyedia lapangan kerja secara terintegrasi," katanya kepada Lampost.co, Jumat, 16 Juli 2021.

Baca: 21,4 Ribu Warga Lampung Jadi Pengangguran

 

Selain itu, ia juga mengaku sedang mengefektifkan Balai Latihan Kerja (BLK) yang dimiliki pemerintah yang disinergikan dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) milik swasta. Begitu juga dengan Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK serta perguruan tinggi. Pihaknya juga sedabf melaksanakan upaya adaptif dengan kondisi yang ada di era pandemi covid-19. 

Agus menjelaskan, di samping itu pelatihan dan magang kerja akan menjadi salah satu solusi yang akan ditempuh. Termasuk mobile training dan BLK Komunitas akan terus disinergikan. Kolaborasi serta sinergitas antar pemangku kebijakan dan pemangku kepentingan menjadi kata kunci untuk bersama-sama memberikan solusi terbaik. 

"Insyaallah kita bisa lebih baik lagi dalam mengambil kebijakan strategis pada sektor ketenagakerjaan," katanya.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar