#ujikir#ujiemisikendaraan#beritametro

Dishub Metro Ajukan Proses Akreditasi Balai Kir

( kata)
Dishub Metro Ajukan Proses Akreditasi Balai Kir
Kepala Dishub Kota Metro Zulpikri. Lampost.co/Bambang Pamungkas

Metro (Lampost.co): Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Metro mengirimkan surat ke Kementerian Perhubungan. Hal ini dilakukan sebagai agar proses akreditasi di Balai Pengujian Kendaraan Bermotor (Kir) di kantor Dishub setempat dapat segera dilakukan.

Kepala Dishub Kota Metro Zulpikri mengatakan sesuai dengan jadwal seharusnya proses akreditasi dapat dilakukan pada April lalu. Namun karena covid-19 maka proses akreditasi ditunda.

"Kita berharap secepatnya, maka pada Juli ini kita akan kirimkan tim ke Jakarta untuk memastikan kapan bisa dilaksanakan. Tapi kemarin saya sudah kontak ada secara mandiri yang diwakili oleh Provinsi Lampung dan Bengkulu. Insyaallah proses akreditasi dapat segera dilakukan. Langkah tersebut juga dilakukan mengingat realisasi retribusi Balai Pengujian yang tidak tercapai atau 0 persen," kata dia, Jumat, 3 Juli 2020.

Dia mengatakan dalam proses pengajuan tersebut masyarakat akan dipermudah dengan adanya layanan online yang dapat diakses melalui website www.dishub.metrokota.go.id

"Inovasi ini dilakukan untuk meminimalisir adanya kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selain itu juga meminimalisir adanya pungutan liar (pungli) oleh para calo," tambahnya.

Dia berharap dengan diaktifkannya Balai Pengujian tersebut masyarakat akan banyak yang melakukan pengujian sehingga PAD juga dapat ditingkatkan.

Dia menargetkan pada pengujian tersebut dapat mencapai 7.000 kendaraan yang akan melakukan pengujian. Terlebih untuk pengujian kendaraan tersebut yang dilakukan minimal dalam jangka waktu selama enam bulan.

"Alat pengujian ini untuk memastikan kelayakan kendaraan bermotor. Karena banyak kecelakaan yang terjadi lantaran kendaraan yang tak layak jalan," ungkapnya.

Dia mengakui banyak masyarakat khususnya wajib uji yang mempertanyakan kapan alat tersebut bisa dioperasionalkan mengingat alat tersebut sudah 12 tahun tidak beroperasi. Terlebih banyak dukungan masyarakat dari Kota Metro, bahkan Lampung Tengah, Lampung Timur, dan Lampung Selatan yang mengharapkan adanya alat pengujian kendaraan bermotor karena lebih dekat.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...

Berita Terkait

Komentar