Pertanianhama

Diserang Tikus, Petani Kian Merana di Masa Pandemi

Diserang Tikus, Petani Kian Merana di Masa Pandemi
Kondisi pertanian petani di Lampung Selatan usai diserang hama tikus. Lampost.co/Aan Kridolaksono


Kalianda (Lampost.co) -- Sudah jatuh tertimpa tangga. Bahasa kiasan itu saat ini sedang dialami petani di beberapa desa di kecamatan Ketapang, kabupaten Lampung Selatan. Sebab, di masa pandemi Covid-19 yang serba sulit ini, ditambah dipersulit dengan tanaman padi yang diserang hama tikus.

Serangan hama tikus yang berlangsung sebulan terakhir membuat petani di pesisir timur Lampung Selatan itu kewalahan. Berbagai cara ditempuh untuk membasmi hama tikus yang menyerang tanaman padi yang baru berumur 15 sampai 50 hari.

Serangan hama tikus dengan merusak batang padi itu terjadi pada malam hari. "Untuk mengatasinya, setiap sore kami pasang racun maupun jebakan tikus, karena tidak ada cara lain," kata seorang petani padi di Dusun Tamanjaya kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Goming (46) kepada lampost.co, Kamis, 21 Januari 2021.

Tanamannya, ujar dia, belum banyak yang rusak jika dibandingkan dengan petani lainnya. Ia menyebut, tanaman padi milik Tami, Wanto dan Sadin seluas satu hektar rusak total akibat hama tikus membuat mereka tanam ulang.

"Mudah mudahan upaya yang saya lakukan ini membuahkan hasil, bukan semakin parah," harap Goming.

Hal senada juga dikeluhkan petani lainnya, Kuat Mujiono, salah satu petani di Dusun Tamanjaya Desa Tamansari, kecamatan Ketapang. Menurutnya, tikus menyerang tanaman sejak mulai ditanam.

“Baru ditanam sudah dimakan, yang agak tua juga dimakan. Tikus itu banyak kalau malam hari, sampai kewalahan petani mengatasinya,” ucap Kuat. 

Ia menceritakan, pada awal hama tikus menyerang tanaman padi. Dinas Pertanian bersama anggota TNI sempat memberikan bantuan petasan asap dan grojoyokan sarang tikus. Namun, langkah tersebut tidak efektif karena hama tikus saat ini semakin merajalela.

“Musim tanaman diserang hama wereng, saat rendeng malah hama tikus yang nyerang. Sudah ekonomi sulit karena Covid ditambah tanaman dirusak hama," keluhnya. 

Pantauan lampost.co di lahan sawah Ketapang, serangan hama tikus makin meluas. Tanaman padi yang baru diserang hewan pengerat itu langsung layu. Batang padinya pun tidak tegak atau roboh sehingga tanaman padi rusak.

”Hama tikus itu sangat merusak batang padi. Kalau upaya kami ini gagal terus. Sudah pasti ancaman gagal panen didepan mata," kata Kuat Mujiono.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait