#begal

Diserang Begal, Korban Disebut Boleh Bunuh Pelaku

Diserang Begal, Korban Disebut Boleh Bunuh Pelaku
Pengamat hukum pidana Universitas Lampung (Unila), Eddy Rifai. Lampost.co/Andre


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Ahli hukum pidana Universitas Lampung (Unila), Eddy Rifai, mengatakan pembelaan diri terhadap tindak kriminal diatur dalam Pasal 49 KUHP. Tindakan itu diperbolehkan secara seimbang, yaitu saat korban diberi serangan. 

Menurut dia, saat pelaku begal mulai menyerang hingga berniat membunuh korban, maka diperbolehkan membela diri dengan balik menyerang hingga membunuhnya. Sebab, kondisi itu dilakukan dalam keadaan terdesak.

"Boleh dibunuh, kalau memang serangannya mencoba membunuh kita," kata Eddy, Minggu, 17 April 2022. 

Kendati demikian, serangan terhadap pelaku kejahatan juga ada batasnya. Batasan itu jika pelaku telah diringkus petugas, tetapi masyarakat justru main hakim hingga pelaku tewas. Untuk itu, masyarakat yang membela diri juga jangan sampai menimbulkan pelanggaran hukum dan hak asasi manusia.

"Artinya batas-batas bela diri itu harus sesuai hukum," katanya.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait