#pemerkosaan#penganiayaan

Disekap Dalam Mobil, Wanita Asal Jakarta Diperkosa dan Dianiaya

Disekap Dalam Mobil, Wanita Asal Jakarta Diperkosa dan Dianiaya
Polsek Padang Ratu, tangkap pelaku penyekapan wanita asal Jakarta. Dok Polsek


Gunung Sugih (Lampost.co) -- Seorang wanita asal Kedoya, Jakarta Utara, berinisial MW disekap dalam mobil Honda Freed B 2043 UBC warna Abu abu metalik. Di dalam kendaraan yang dikemudikan Merhan (28), warga Gedung Sari, Anak ratu Aji, Lampung Tengah itu, dia menjadi korban pemerkosaan, penganiayaan, dan perampasan barang berharga.

Kapolsek Padang Ratu, Kompol Muslikh, menjelaskan perbuatan itu bermula saat MW menjalin hubungan dengan seseorang bernama Duha, lewat Facebook. MW datang ke Lampung atas permintaan Duha. 

Namun, saat pada suatu tempat di Lampung Utara, korban bertemu dengan tersangka Merhan yang tak dikenalnya. Merhan mengaku sebagai keponakan Duha yang diminta menjemput korban. 

Kemudian, keduanya berangkat menuju rumah Duha. Namun, di perjalanan tepatnya di kebun Jagung Kampung Srimulyo, Anak Ratuaji, tersangka mengikat korban. Bahkan, tersangka memperkosa dan meminta korban memberikan uang Rp50 juta. 

"Selain itu, tersangka merampas ponsel korban dan meminta PIN ponselnya. Namun, korban yang tidak memberikannya membuat Merhan, kesal dan memukulinya," kata Muslikh, Kamis, 22 April 2021. 

Atas perbuatan itu, polisi pun mendapatkan informasi dari masyarakat yang menyebutkan adanya perempuan yang tengah ketakutan dalam mobil. 

Untuk itu, jajarannya melakukan pengejaran dan menghadang mobil tersebut pada di Kampung Gedung Ratu, Anak Ratuaji. Namun, saat dihentikan, tersangka Merhan mencoba melawan. Untuk itu, aparat pun terpaksa melumpuhkan kakinya.

Dalam penangkapan, petugas turut menyita barang bukti berupa mobil Honda Freed B 2043 UBC, pisau, dua unit ponsel korban dari yaitu Samsung A7 dan Oppo A9 serta tas warna coklat milik pelaku.

"Tersangka dijerat Pasal 365 KUHP, Pasal 333 KUHP, 285 KUHP, atau 378 KUHP dengan ancaman penjara selama 12 tahun penjara," ujarnya.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait