#sekolah

Sejumlah Sekolah di Pesawaran Akan Dilebur

Sejumlah Sekolah di Pesawaran Akan Dilebur
Ilustrasi. Dok. Lampost.co


Pesawaran (Lampost.co) -- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pesawaran menggelar rapat dengan pihak terkait soal rencana penggabungan sekolah atau merger pada satuan pendidikan Sekolah Dasar (SD) Negeri yang ada di kabupaten setempat. 

Kepala Disdikbud Pesawaran, Anca Martha Utama mengatakan, sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 36 tahun 2014 tentang pendirian, penggabungan dan penutupan sekolah ditambah dengan Permendikbud nomor 6 tahun 2021 tentang penyaluran Dana Bos.

"Ada beberapa sekolah yang jumlah muridnya sedikit, maka dari itu kami berencana akan melakukan merger sekolah tersebut dengan sekolah terdekat yang ada," ujarnya, Selasa, 26 Oktober 2021.

Dirinya mengatakan, sampai dengan saat ini ada sebanyak 45 sekolah yang jumlah muridnya di bawah 60 siswa. Namun sebagian sekolah tersebut berlokasi di daerah kepulauan.

"Hari ini kita rapat untuk 18 sekolah dahulu khususnya untuk Kecamatan Way Lima dan Gedongtataan yang banyak muridnya di bawah 60 orang. Sememtara sisanya itu berada di pulau, makanya ada pengecualian untuk itu. Kita akan mengirimkan surat kepada ke kementrian apakah masih akan diberikan dana BOS untuk sekolah yang berada di pulau meskipun muridnya di bawah 60," ujar dia.

Ia menilai banyak sekolah yang muridnya di bawah 60 orang karena dalam satu wilayah ada beberapa sekolah. Belum lagi ditambah sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan juga banyak orang tua yang menyekolahkan anaknya ke Pondok Pesantren. 

"Jarak yang berdekatan juga menjadi salah satu penyebab sekolah tersebut tidak mendapatkan murid, maka dari itu kita terus menekankan kepada para kepala sekolah agar lebih ditingkatkan inovasi dalam menarik murid," kata dia.

"Kemudian untuk para guru yang sekolahnya dimerger akan kita tempatkan di sekolah gabungannya tersebut. Kemudian kalau sudah kelebihan tenaga pengajarnya baru kita lakukan pemerataan ke sekolah-sekolah yang ada di Pesawaran, karena kebetulan kota sedang kekurangan tenaga pengajar," tambahnya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait