#penculikan

Kota Metro Waspada Penculikan Anak

Kota Metro Waspada Penculikan Anak
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Metro, Suwandi. Lampost.co/Bambang Pamungkas


Metro (Lampost.co) -- Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kota setempat mengeluarkan surat edaran (SE) kepada sekolah di Bumi Sai Wawai untuk mengantisipasi adanya penculikan anak.

Kepala Disdikbud Kota Metro, Suwandi mengatakan, dengan adanya laporan percobaan penculikan terhadap Siswi SMP Negeri 1 Metro, pihaknya langsung menerbitkan surat edaran agar dapat dimaklumi oleh sekolah baik negeri maupun swasta.

Baca juga: Siswi SMP di Metro Nyaris Diculik

"Kami langsung gerak cepat. Jangan sampai kejadian serupa terulang kembali sehingga kasus penculikan anak di Metro merajalela," kata dia, Selasa, 31 Mei 2022.

Dia menambahkan, diterbitkannya Surat Edaran Nomor: 420/1546/D-1/02/2022 tentang kewaspadaan terhadap upaya penculikan anak dapat mencegah dan memperketat pengawasan di sekolah.

"Ada beberapa hal yang perlu dilakukan, tentu dengan meningkatkan kewaspadaan dapat meminimalisir adanya kasus penculikan. Kemudian sekolah juga harus memastikan yang mengantar dan menjemput adalah orang tua atau saudara yang dikenal," tambahnya.

Kemudian, jika yang menjemput bukan orang tua atau saudara yang biasa menjemput maka pihak sekolah diminta untuk menghubungi orang tua dan meminta peserta didik untuk tetap berada di sekolah.

"Selain itu, kami juga meminta sekolah untuk membatasi peserta didik ke luar lingkungan sekolah pada saat jam istirahat. Kemudian, dengan mengoptimalkan peran serta orang tua untuk menyediakan makanan dan minuman sebagai bekal, disamping untuk menjaga kesehatan dan higenis dan menghindari adanya upaya penculikan berkedok penjual makanan atau jajanan," ungkapnya.

Dalam meminimalisir adanya kasus penculikan tersebut tentu harus memaksimalkan lagi peran penjaga atau satpam pada sekolah masing-masing.

"Tak hanya aset berharga saja yang diamankan. Tentu menjamin keamanan peserta didik adalah nomor satu. Setelah itu, pihak sekolah harus memberikan edukasi terhadap siswa dan siswi akan modus atau indikasi penculikan anak," pungkasnya.

EDITOR

Winarko


loading...



Komentar


Berita Terkait