#beritalampung#beritalampungterkini#pendidikan#programindonesiapintar

Disdikbud Klaim PIP di Bandar Lampung Berjalan Lancar

Disdikbud Klaim PIP di Bandar Lampung Berjalan Lancar
Foto ilustrasi. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Program Indonesia Pintar (PIP) yang merupakan program dari Presiden Joko Widodo di Bandar Lampung berjalan lancar dan tidak ada kendala. Penyaluran bantuan langsung melalui rekening penerima.

"PIP itukan program dari presiden langsung melalui kementerian, setiap penerima diambil melalui dapodik atau sekolah mengajukan anak yang berhak menerima," ujar Kepala Seksi (Kasi) Kelembagaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikam dan Kebudayaan Bandar Lampung, Mulyadi, Kamis, 1 Desember 2022.

Untuk proses pemberian bantuan itu berdasarkan data yang ada kemudian kementerian menerbitkan surat keputusan (SK). Selanjutnya bantuan disalurkan melalui rekening penerima yang bersangkutan.

Baca juga: Masyarakat Lampung Harus Peduli Wisata 

"Untuk di Bandar Lampung jumlah penerima PIP jenjang SD lebih kurang 9.800 siswa dan SMP 1.700 siswa. Bantuan diberikan setahun sekali dengan nilai untuk jenjang SD Rp450 ribu dan SMP Rp750 ribu per siswa," katanya.

Menurut dia, setiap tahun jumlah penerima PIP itu bervariatif, bisa bertambah atau berkurang. Penambahan jika berdasarkan jenjang baru atau pindah daerah. "Kalau anak itu lulus dari SMP ke SMA otomatis tidak terdaftar kembali sebagai penerima PIP. Begitu juga kalau pindah daerah domisili, data akan diperbarui berdasarkan tempat tinggal baru si penerima," ujarnya.

Menanggapi masih banyaknya penerima PIP yang tidak tepat sasaran, Mulyadi menyampaikan hal itu dapat terjadi akibat campur tangan sekolah sehingga bantuan tidak diterima tepat sasaran. "Tapi kalau di Bandar Lampung pendataan langsung ke siswa dan sekolah tidak boleh mengoordinasi siapa saja penerima bantuan PIP itu," katanya.

Disdikbud Bandar Lampung juga mengimbau orang tua siswa penerima bantuan PIP untuk pintar mempergunakannya sesuai tujuan dan manfaatnya. "Imbauan kepada orang tua siswa agar bantuan dana itu digunakan sesuai peruntukan. Artinya, keperluan anak sekolah jangan dipakai untuk membeli kebutuhan ekonomi keluarga," katanya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait