#BERITAPESISIRBARAT#COVID-19LAMPUNG

Disdikbud akan Kaji Masukan soal Penegakan Disiplin KBM

Disdikbud akan Kaji Masukan soal Penegakan Disiplin KBM
Guru yang saling berkomunikasi di Kantor Disdikbud Pesisir Barat, beberapa waktu lalu. (Foto:Lampost.co/Yon Fisoma)


Krui (Lampost.co) -- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pesisir Barat akan mengkaji masukan dari sejumlah wali murid soal lemahnya penegakan disiplin saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah negeri. Pasalnya, sejumlah wali murid mengeluhkan beberapa guru di SD negeri lemah dalam pengawasan KBM di sekolah. 

Kepala Bidang Pendidikan Dasar PAUD dan Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) Disdikbud Pesisir Barat, Erik Putra, mengatakan, masukan itu akan mereka kaji dengan melibatkan guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, dan pihak terkait. Menurutnya, pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk penegakan dan peningkatan disiplin para guru status PNS di SD dan SMP negeri. 

Erik menyebutkan penilaian orang tua di Pesisir Barat belum proporsional. Sebab jumlah SD swasta di Pesisir Barat juga masih minim, kecuali di perkotaan. Setidaknya terdapat 121 SD negeri dan 32 SMP negeri di Pesisir Barat. 

"Kalau ada keinginan orang tua untuk menyekolahkan anaknya di SD swasta karena kondisi seperti itu penilaiannya sah-sah saja. Tetapi, penilaian seperti itu kurang pas, karena ada berapa banyak SD swasta di Pesisir Barat?," kata Erik di ruang kerja, Senin, 15 Maret 2021.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah orang tua murid menilai beberapa oknum guru di sekolah-sekolah dasar negeri dinilai lemah dalam penegakan disiplin saat KBM di sekolah. Dengan demikian, orang tua cenderung menyekolahkan anaknya di SD Swasta.

Menurut wali murid, ada guru berstatus PNS yang bersikap demikian. Bahkan, beberapa guru dinilai arogan oleh sejumlah wali murid.
"Ada yang masuk pada awal jam pelajaran hanya memberikan tugas kepada muridnya, kemudian kembali masuk ruangan kantor ngobrol atau melakukan kegiatan lain. Contohnya main HP, kemudian saat jam pelajarannya hampir berakhir kembali masuk kelas dan meminta muridnya mengumpulkan soal-soal tadi, ia tidak mengawasi dalam kelas," kata wali murid yang enggan disebut namanya, Senin, 15 Maret 2021.  

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait