#mujahidin#nahdlatululama#ulama#humaniora#mbo#beritanasional

Diresmikan, MBO Bakal Jadi Sentra Komando Barisan Mujahidin

( kata)
Diresmikan, MBO Bakal Jadi Sentra Komando Barisan Mujahidin
KH Abdul Wahab Chasbullah (Dok. NU Online)


Sidoarjo (Lampost.co): Gedung Markas Besar Oelama (MBO) di Jalan Satria No 181 RT 17 RW 03 Kedungrejo, Waru, Sidoarjo, Jatim diresmikan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim), KH Marzuqi Mustamar, Sabtu, 16 November 2019. Selain menjadi tempat berkumpulnya para ulama, MBO bakal jadi sentra komando barisan mujahidin.

Peresmian gedung MBO yang ditandai dengan pemasangan papan nama disaksikan oleh ratusan nahdliyin Sidoarjo dan Surabaya, juga jajaran pengurus NU Jawa Timur, Utusan Cabang NU se-Jatim.  

KH Marzuqi Mustamar mengatakan di tempat bersejarah tersebut membutuhkan proses legal guna mendapat sertifikat resmi atas nama Badan Hukum NU. "Di sini, kita berdoa bersama agar proses tersebut bisa segera selesai. Lalu dimanfaatkan secara penuh oleh NU," katanya melalui keterangan tertulis, Minggu, 17 November 2019.    

Dengan peresmian Gedung MBO tersebut, Kiai Marzuqi berharap dalam pemanfaatannya nanti bisa digunakan untuk nuansa perjuangan seperti pelatihan kader-kader NU, disertai dengan acara pemberian ijazah doa serta untuk literasi sejarah perjuangan ulama bagi generasi muda.    

"Menurut saya, ketika kader-kader NU melakukan kegiatan yang membutuhkan penguatan spiritual, di sinilah tempatnya. Yang penting, dimanfaatkan untuk perjuangan NU dan kepentingan NKRI," tambah Kiai Marzuqi.

Tim Pengarah Revitalisasi Markas Besar Oelama, KH Sholeh Hayat menyebutkan, MBO adalah tempat berkumpulnya para ulama yang dipimpin oleh Kiai Bisri Syansuri sebagai kepala staf dan menjadi sentra komando barisan mujahidin yang dipimpin KH Abd Wahab Chasbullah untuk perjuangan 10 November 1945.    

Peresmian gedung MBO ini merupakan langkah awal dari ikhtiar bersama untuk menjaga, merawat gedung bersejarah tersebut dan menjadikannya sebagai cagar budaya, agar tetap menjadi bukti untuk generasi yang akan datang tentang fakta sejarah perjuangan para Ulama dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.    

"Karenanya, PWNU Jawa Timur berupaya mengembalikan rumah, aset sejarah yang berharga kembali kepada NU," kata penulis buku berjudul Kiai dan Santri Dalam Perang Kemerdekaan tersebut.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait