#KebocoranGas#Perumdam#Cianjur

Direksi Perumdam Segera Diperiksa soal Kebocoran Gas 

Direksi Perumdam Segera Diperiksa soal Kebocoran Gas 
Ilustrasi/Medcom.id.


CIANJUR (Lampost.co) --: Direksi Perumdam Tirta Mukti Cianjur, Jawa Barat, segera diperiksa polisi terkait kebocoran gas klorin di bak penampungan air, di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Cianjur. Akibat kebocoran itu warga Kampung Ciajak III, Desa Sirnagalih, keracunan.
 
"Penyelidikan masih berjalan, termasuk meminta keterangan saksi, pihak Perumdam dan penyedia tabung serta klorin yang digunakan sebagai penjernih air yang menjadi penyebab keracunan," kata Kasatreskim Polres Cianjur, AKP Budi Nuryanto di Cianjur, Rabu, 2 Oktober 2019.
 
Budi menerangkan pihaknya masih memastikan adanya dugaan pidana dalam kejadain tersebut. Dia menjelaskan keracunan warga bersumber dari bocornya tabung klorin berisi gas.

"Kami menilai ada unsur kelalaian dari pihak Perumdam dan rekanan, sehingga mengakibatkan warga keracunan dan harus mengungsi untuk beberapa waktu, sehingga kasusnya akan kami dalami," jelasnya.
 
Direktur Perumdam Tirta Mukti Cianjur, Budi Karyawan, mengatakan tabung klorin merupakan milik rekanan yang menyuplai kaporit untuk penjernihan air di bak penampungan agar terhindar dari bakteri dan kuman.
 
"Kami sudah lama tidak menggunakan gas chlor tersebut, namun tabungnya masih tersimpan di gudang belum diambil pemiliknya. Kami akan melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang," katanya.
 
PT Chlorin Inti Jakarta mengatakan sebagai pemasok gas chlor untuk Perumdam Tirta Mukti Cianjur. Namun untuk penggunaannya diserahkan ke Perumdam.
 
"Saat serah terima barang kondisinya layak pakai, sehingga bukan tanggungjawab kami ketika terjadi kebocoran karena barang masuk sudah sesuai dengan prosedur penerimaan dan dipakai Perumdam," kata Bagian Umum PT Chlorin Inti Jakarta, Ade.
 
Ade menerangkan pihaknya mengirim tim teknisi lapangan untuk mengecek ke Perumdam Tirta Mukti Cianjur untuk mengetahui penyebab kebocoran.

EDITOR

Medcom.id

loading...




Komentar


Berita Terkait