ProyekJalan
Proyek Jalan Rabbat Beton

Diprotes Warga, PPK Tinjau Proyek Jalan di SMPN 1 Ketapang

( kata)
Diprotes Warga, PPK Tinjau Proyek Jalan di SMPN 1 Ketapang
PPK Dinas PUPR Lampung Selatan meninjau hasil pekerjaan peningkatan jalan rabbat beton ruas SMPN 1 Ketapang dan Puskesmas Rawat Inap (PRI) kecamatan Ketapang di Desa Sri Pendowo. Aan Kridalaksono

KALIANDA (Lampost.co) -- Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lampung Selatan meninjau hasil pekerjaan peningkatan jalan rabbat beton di SMPN 1 Ketapang dan Puskesmas Rawat Inap (PRI) kecamatan Ketapang, di Desa Sri Pendowo. Proyek tersebut mendapat protes lantaran diduga tidak berkualitas. 

PPK dari Dinas PUPR Lampung Selatan Agus Thamrin mengatakan, peninjauan proyek peningkatan jalan dengan kontruksi rabbat beton di SMPN I Ketapang dan PRI kecqmatan Ketapang di Desa Sri Pendowo ini untuk memastikan kualitas jalan yang dibangun sesuai aturan yang berlaku.

"Pelaksana pekerjaan punya solusi dengan menyiramkan semen pada jalan rabat beton. Kita lihat seminggu kedepan, bagaimana hasilnya," kata Agus Thamrin saat meninjau hasil pembangunan jalan rabbat beton ruas SMPN I Ketapang dan PRI kecamatan Ketapang, Kamis 21 November 2019, pagi.

Ia berharap pekerjaan rabbat beton sepanjang 471 meter pada dua tempat itu, sesuai dengan dana yang dianggarkan oleh pemkab Lampung Selatan.

"Mulai dari fisik material, ketebalan beton atau aspal hingga lebar jalan akan kami cek," ujarnya. 

Untuk menjaga jalan agar tidak mudah rusak, Agus meminta masyarakat juga terlibat pengawasan terhadap kendaraan yang melebihi tonase agar mendapat larangan melintas di jalan tersebut.

"Kalau mobil yang melebihi tonase melintas, maka jalan ini tidak lama akan rusak lagi. Oleh karena itulah kami berharap agar masyarakat ikut merawat supaya jalan ini awet dan tahan lama," pungkasnya. 

Diberitakan sebelumnya, Anggota DPRD Lampung Selatan Ahmad Muslim meminta Dinas PUPR meninjau ulang hasil pekerjaan peningkatan jalan riggid beton di SMPN 1 Ketapang dan Puskesmas Rawat Inap (PRI) kecamatan Ketapang di Desa Sri Pendowo, menuai protes masyarakat. Sebab, pembangunan yang menggunakan uang rakyat tersebut diduga tidak berkualutas.

 

EDITOR

Winarko

loading...

Berita Terkait

Komentar