#beritalampung#beritabandarlampung#korupsi

Diperiksa Hingga Sore, Eks Kadis DLH Bandar Lampung Enggan Berkomentar

Diperiksa Hingga Sore, Eks Kadis DLH Bandar Lampung Enggan Berkomentar
Eks Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung, Sahriwansah, keluar ruangan Kejati Lampung usai pemeriksaan penyidik, Kamis, 6 Oktober 2022. Lampost.co/Asrul


Bandar Lampung (Lampost.co): Eks Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung, Sahriwansah enggan berkomentar usai keluar dari ruangan penyidik pidana khusus Kejaksaan Tinggi Lampung, Kamis, 6 Oktober 2022.

Sahriwansah datang menggunakan jaket hijau lengan abu-abu dan masker oranye diperiksa mulai pukul 09.00 WIB dan keluar dari ruang pemeriksaan pada pukul 17.25 WIB.

Tidak ada satu pun pertanyaan awak media terkait materi pemeriksaan, hingga jumlah pertanyaan yang dilontarkan penyidik pada perkaraa dugaan korupsi retribusi sampah tersebut dijawab.

Baca juga:  Eks Kepala DLH Bandar Lampung Diperiksa Terkait Korupsi Sampah 

Sahriwansah pun bergegas masuk ke dalam mobil dan meninggalkan kantor Kejati Lampung.

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung belum menentukan lembaga mana yang akan diminta untuk menghitung kerugian negara dugaan korupsi dana retribusi sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung Tahun Anggaran 2019--2021.

"Sekarang fokus penyidikan dulu," ujar Kasipenkum Kejati Lampung, I Made Agus Putra.

Lanjut Made, mengatakan penyidik fokus memeriksa seluruh saksi yang terkait dengan perkara tersebut, baru menentukan apakah BPKP Perwakilan Lampung,ataupun Inspektorat Kota Bandar Lampung.

"Hasil penyidikan itulah nantinya dijadikan bahan atau data proses pengajuan untuk penghitungan kerugian negara," katanya.

Lanjut Made, empat saksi diperiksa pada 6 Oktober 2022 dalam perkara ini. Mereka yakni, SW mantan Kadis Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung periode 2019--2021, AS sebagai staf Pertanahan dan Hukum Perumnas Bukit Kemiling Permai, TM pengelola Perumahan Kedamaian Indah, dan DW Manager Umum Chandra Group.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait