#korsel#LGBT

Dipecat, Tentara Transgender Korsel Tewas Bunuh Diri

Dipecat, Tentara Transgender Korsel Tewas Bunuh Diri
Mendiang tentara transgender Korea Selatan Byun Hee-soo memberi hormat kepada awak media saat menggelar konferensi pers di Seoul beberapa waktu lalu. Afp


Seoul (Lampost.co) -- Seorang tentara transgender Korea Selatan yang diberhentikan secara paksa dari militer usai menjalani operasi penggantian jenis kelamin, ditemukan tewas di rumahnya. Dia diduga bunuh diri.

Kantor berita Yonhap menyatakan, petugas pemadam kebakaran menemukan Byun Hee-soo di rumahnya di Cheongju, selatan Seoul, setelah seorang konselor kesehatan mental menelepon layanan darurat untuk melaporkan bahwa korban tidak terdengar kabarnya sejak 28 Februari 2021.

"Polisi sedang menyelidiki kematiannya," katanya.

Byun, mantan sersan berusia 20-an, mendaftar secara sukarela pada 2017, dan kemudian menjalani operasi penggantian kelamin pada 2019 di Thailand.

Kementerian Pertahanan mengklasifikasikan hilangnya alat kelamin laki-laki sebagai cacat mental atau fisik, dan panel militer memutuskan pada awal 2020 bahwa Byun akan diberhentikan sebagai tentara secara paksa.

Korea Selatan tetap sangat konservatif tentang masalah identitas seksual dan gender dan kurang toleran terhadap hak-hak LGBT dibandingkan beberapa bagian lain di Asia.

Banyak gay dan transgender Korea yang sebagian besar hidup di bawah pengawasan.

Byun melepaskan anonimitas sebelumnya untuk tampil pada konferensi pers untuk memohon agar diizinkan untuk melayani, mengenakan seragamnya dan memberi hormat kepada wartawan dan kamera yang berkumpul.

"Saya seorang tentara Republik Korea," katanya, suaranya pecah.

"Melayani di militer selalu menjadi impian masa kecil. Mengesampingkan identitas seksual saya, saya ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa saya bisa menjadi salah satu prajurit hebat yang membela negara ini," lanjutnya sambil menahan air mata.

"Tolong beri saya kesempatan itu," harapnya. 

Polisi mengonfirmasi kematiannya kepada AFP dan mengatakan mereka sedang menyelidiki. Laporan mengatakan tidak ada catatan yang ditemukan, tetapi kematian itu diperlakukan sebagai bunuh diri.

Yonhap mengutip pejabat yang mengatakan korban telah mencoba bunuh diri tiga bulan lalu.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait