#kpk#korupsi

Dipecat Tak Lolos TWK, Mantan Pegawai KPK Pilih Jadi Petani

Dipecat Tak Lolos TWK, Mantan Pegawai KPK Pilih Jadi Petani
Mantan Kepala Bagian Perancangan Peraturan dan Produk Hukum KPK, Rasamala Aritonang, menjadi petani. Twitter @paijodirajo.


Jakarta (Lampost.co) -- Kehidupan mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dipecat lantaran tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) mendadak viral. Salah satunya, mantan Kepala Bagian Perancangan Peraturan dan Produk Hukum KPK, Rasamala Aritonang, yang memilih pulang kampung untuk menjadi petani. 

"Rasamala Aritonang nama lengkapnya. Salah seorang anak muda jenius dan pakar hukum KPK. Pasca pemecatan 30 September 2021, memilih pulang kampung dan membantu keluarganya bertani," tulis mantan penyelidik KPK Aulia Postiera lewat akun Twitter @paijodirajo, Selasa, 12 Oktober 2021. 

Rasamala menjadi satu dari 57 pegawai yang dipecat KPK akibat tak lolos TWK pada 30 September lalu. Selama bekerja di KPK, Rasamala dikenal sebagai anak muda jenius dan pakar hukum KPK. 

Aulia yang juga merupakan mantan pegawai KPK, turut membagikan foto rekannya Rasamala Aritonang saat merapikan gabah yang sedang dijemur. Dalam unggahan itu, Aulia menjelaskan Rasamala menuai banyak prestasi di KPK. 

"Dia bahkan pernah mendampingi lima pimpinan KPK saat membahas RUU KUHP bersama Presiden (Joko Widodo) di Istana," tulis @paijodirajo. 

Aulia juga mengungkapkan persahabatan Rasamala dengan mantan atasannya, Tigor Simanjuntak, yang ikut dipecat dan memilih berjualan nasi goreng. Pasalnya, Rasamala dan Tigor pernah menjadi andalan KPK yang dikenal sebagai 'Duo Batak'.

"Duo putra Batak ini pernah menjadi andalan KPK ketika menghadapi banjir praperadilan yang diajukan oleh koruptor sejak 2015," tulis @paijodirajo. 

Menutup unggahannya, Aulia lantas mengajak publik untuk berdiskusi hukum bersama Rasamala. Dia juga menyebut publik bisa membeli hasil tani Rasamala di kampung halamannya yang berlokasi di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatra Utara.  

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait