#pilkada#pemilu#politik#beritalamsel

Dinyatakan TMS, Hipni-Melin Bakal Gugat ke Bawaslu

( kata)
Dinyatakan TMS, Hipni-Melin Bakal Gugat ke Bawaslu
Ilustrasi. Foto: Dok

Kalianda (Lampost.co): Kuasa hukum bakal pasangan calon kepala daerah Hipni-Melin Haryani Wijaya (Himel) akan menggugat KPU Lampung Selatan terkait putusan yang tidak meloloskan calon pasangan dengan jargon Mari Bangkit itu ke Pilkada 2020. 

Hal tersebut diungkapkan, Jauhari, selaku liaison offiser (LO) Hipni-Melin saat dihubungi, Rabu, 23 September 2020. Dia mengatakan pihaknya akan segera menggugat putusan itu ke Bawaslu Lamsel. 

"Ini proses demokrasi yang harus kita lewati. Dengan keputusan tersebut kita akan gugat ke Bawaslu Lamsel. Sesegera mungkin kita layangkan gugatan ke Bawaslu Lamsel," kata Jauhari.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Lamsel Hendra Fauzi mengatakan pihaknya akan menunggu gugatan sengketa dari pasangan Hipni-Melin bila keberatan dengan keputusan dari KPU Lamsel.

Baca juga: KPU Lamsel: Alasan Hipni-Melin Tak Memenuhi Syarat Maju Pilkada

Proses gugatan sengkata itu sudah diatur dalam Perbawaslu Nomor 2 Tahun 2020 tentang sengketa hasil proses pemilu. 

"Kalau memang bapaslon puas terhadap hasil keputusan KPU Lamsel, mereka bisa mengajukan sengketa ke Bawaslu. Pengajuan paling lambat 3 hari kerja setelah penetapan dari KPU, yakni Kamis, Jumat, dan Senin. Nanti kita liat pendapat dari penggugat dan tergugat," kata dia.  

Menurut Hendra, seperti yang tertuang dalam Perbawaslu Nomor 2 Tahun 2020 tentang cara penyelesaian sengketa pemilihan gubernur dan wakil gubernur, wali kota dan wakil wali kota, bupati dan wakil bupati bahwa penyelesaian sengketa bisa dilakukan secara bermusyawarah tertutup dan terbuka.

"Proses penyelesaian sengketa ini ada dua, yakni musyawarah tertutup itu mediasi dan musyawarah terbuka itu seperti sidang dengan waktu penyelesaian sekitar 12 hari," kata dia.

Hendra mengatakan dalam menengahi persoapan sengketa ini, pihaknya akan melakukan pengkajian khusus mengenai persoalan yang ada dan aturan yang berlaku.

"Kita kaji argumen mereka. Kita dengarkan dari penggugat dan jawaban dari tergugat. Bila perlu nanti akan kita datangkan saksi ahli," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...

Berita Terkait

Komentar