#bantuansosial

Dinsos Kota Jadikan Data Pengaduan Bansos dari KPK sebagai Acuan

( kata)
Dinsos Kota Jadikan Data Pengaduan Bansos dari KPK sebagai Acuan
Kepala Dinsos Bandar Lampung Tole Dailami. Lampost.co/Deta Citrawan

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dinas Sosial (Dinsos) Bandar Lampung menjadikan data pengaduan bantuan sosial (bansos) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai bahan acuan terhadap para penerima manfaat di Kota Tapis Berseri. Artinya, seluruh warga Bandar Lampung yang belum atau terlewatkan dalam penyaluran bansos baik itu oleh pemerintah daerah maupun Pemerintah Pusat, dapat memberikan masukan ke pemerintah setempat melalui layanan pengaduan tersebut.

Kepala Dinsos Bandar Lampung Tole Dailami mengatakan data pengaduan bansos yang masuk ke Pemkot setempat hingga kini dua di antaranya telah ditindaklanjuti, namun tidak secara mendalam karena data pelapor tidak mencantumkan identitas penerima secara jelas, baik itu nama maupun alamat.

"Itu sudah kami tindak lanjuti tapi tidak jelas siapa nama dan alamat pelapor dari pengaduan di mana. Kami (Dinas) juga bingung jika tidak mencantumkan perincian laporannya seperti apa," ujarnya, Jumat, 19 Juni 2020.

Menurut dia, sebelum adanya pengaduan bansos ke KPK ini, Pemkot Bandar Lampung juga telah menindaklanjuti laporan warga yang belum menerima bantuan manfaat dari pemerintah. "Sebelumnya juga pernah ada laporan, itu jelas nama alamat yang belum menerima. Setelah kami telusuri benar dan akhirnya diberikan bantuan sosial," ujarnya.

Dia menambahkan dalam penyaluran bansos, Pemkot berupaya mengedepankan masyarakat ekonomi menengah kebawah, terutama yang terdampak pandemi korona.

"Kalau masih mampu janganlah berharap minta bansos juga, utamakan yang rakyat miskin apa lagi saat covid-19 ini banyak warga yang benar-benar butuh bantuan dari pemerintah. Jika saat disurvei ternyata warga mampu, sudah pasti dicoret dari penerima bantuan pemerintah. Sebab, ada juga data lama yang dipakai kementerian untuk penyaluran bansos ini," katanya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...

Berita Terkait

Komentar