#DBD

Dinkes Tuba Catat 54 Kasus DBD Sepanjang 2021

Dinkes Tuba Catat 54 Kasus DBD Sepanjang 2021
Petugas melakukan fogging salah satu kediaman warga di Kecamatan Banjaragung beberapa waktu lalu. Dok Lampost.co


Menggala (Lampost.co) -- Dinas Kesehatan Kabupaten Tulangbawang mencatat terdapat 54 temuan kasus  penyebaran penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti sepanjang 2021. Kasus tertinggi Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi di pusat pemerintahan daerah setempat.


"Dari Januari hingga Desember 2021 ada 54 kasus DBD terbanyak di Kecamatan Menggala dan itu sudah sembuh semua," ujar Kepala Dinas Kesehatan Tulangbawang, Fhatoni, dihubungi Lampost.co, Selasa, 4 Januari 2022.

Ia mengklaim, dari jumlah itu tidak ada pasien kasus positif DBD yang meninggal dunia. Sementara itu, awal tahun ini terdapat temuan kasus baru dan saat ini pasien tengah mendapatkan perawatan di RSUD Menggala.

"Dua hari ini ada yang masih dirawat, tapi belum masuk rekap laporan bulanan karena laporannya sampai 10 Januari setiap bulannya. Tapi sudah dilakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) dan fogging," katanya.

 Di musim pancaroba, masyarakat diminta waspada dan menjaga kebersihan lingkungan. Penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti, kata dia, bukan hanya menyasar anak-anak melainkan juga orang dewasa.

Fhatoni menjelaskan, terdapat empat fase perkembangan nyamuk sebelum mati diusia dua minggu. Dimulai dari larva, jentik atau larva, pupa, kemudian menjadi nyamuk.

Usia 0 hingga 7 hari larva nyamuk bermetamorfosis menjadi nyamuk dewasa. Usia 8 hingga 10 hari nyamuk dewasa menggigit manusia. Kemudian, diusia 11 hingga 14 hari nyamuk dewasa mencari jodoh, bersarang, dan bertelur lalu mati.

Dia bilang, cara efektif yang dapat dilakukan masyarakat untuk mencegah DBD dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui 3 M yakni menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan mengubur barang bekas.

"Fogging kurang efektif memutuskan mata rantai penyebaran DBD, karena hanya membunuh nyamuk dewasa. Sementara telur dan jentik nyamuk tidak akan tersentuh asap fogging dan akan menjadi nyamuk dewasa penular DBD," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Tuba l Banjaragung, Meliana, mengklaim terdapat tren penurunan kasus DBD tahun 2021 dibandingkan dengan tahun sebelumnya di priode yang sama yakni bulan Januari hingga Desember.

"Di tahun 2020 ada 118 kasus sementara di tahun 2021 ada 18 kasus dan sudah sembuh semua," kata Meliana.

Kata dia, kasus tertinggi DBD di wilayah Puskesmas Tuba l tahun lalu terjadi pada bulan Februari dan Maret masing-masing lima kasus di Kampung Wargamakmur Jaya, Kecamatan Banjaragung.

EDITOR

Winarko


loading...



Komentar


Berita Terkait