#beritalampung#beritalampungterkini#dbd#pasiendbdmeninggal

Dinkes Pesisir Barat Lakukan Penyelidikan Epidemiologi Kasus DBD

Dinkes Pesisir Barat Lakukan Penyelidikan Epidemiologi Kasus DBD
Ilustrasi. Dok


Krui (Lampost.co) -- Demam berdarah dengue (DBD) di Kecamatan Ngaras, Pesisir Barat, sejak September hingga 1 Oktober 2022, berjumlah delapan kasus. Dari jumlah itu satu pasien meninggal.

"Selain satu yang meninggal, empat orang  dirawat di Puskesmas Ngaras dan tiga orang dirujuk ke Rumah Sakit Alimudin Umar Liwa, Lampung Barat," ujar Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Diskes) Pesisir Barat (Pesibar) Lisma Yunita melalui pesan WhatsApp, Minggu, 9 Oktober 2022.

Baca juga: BPBD Pringsewu Siagakan Personel dan Peralatan Hadapi Cuaca Ekstrem 

Dia menjelaskan Dinkes dan puskesmas telah menindaklanjuti peningkatan kasus DBD dengan melakukan penyelidikan epidemiologi kasus, pemberantasan sarang dan jentik nyamuk, menerapkan 3M Plus, mengajak masyarakat membersihkan lingkungan, dan pengasapan atau fogging focus. "Kami mengajak seluruh masyarakat di Pesibar untuk mengantisipasi timbulnya penyakit DBD, malaria, diare, dan sebagainya. Kemudian aktif memperhatikan kebersihan lingkungan, mengatasi genangan air, melakukan 3M Plus apalagi saat ini musim hujan. Segera berobat jika ada gejala, jangan  ditunda atau sudah berat baru berobat ke fasilitas kesehatan," ujarnya.

Sebelumnya, satu anak warga Kecamatan Ngaras meninggal dunia akibat DBD dan beberapa warga terpaksa dirujuk untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. "Korban meninggal satu orang, kalau yang kena DBD banyak," kata NM, seorang warga di Kecamatan Ngaras, Sabtu, 8 Oktober 2022.

Masyarakat berharap pemerintah melalui pihak terkait agar secepatnya melakukan upaya pencegahan agar tidak bertambah jatuh korban DBD di wilayah itu.

Dia menambahkan masih ada empat masih dalam perawatan, dua orang dirujuk ke Rumah Sakit Alimudin Umar Liwa, Lampung Barat; satu orang dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek, Bandar Lampung, dan dua lagi dirawat di Puskesmas Bengkunat.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Bengkunat Andi Basuki mengatakan ada empat pasien positif DBD. Satu orang yang merupakan bocah umur sekitar tiga tahun meninggal dunia setelah dirujuk ke Rumah Sakit di Pringsewu.

"Betul, ada empat orang yang kena DBD, tapi saat ini semuanya sudah pulang ke rumah.  Satu anak umur sekitar tiga tahun meninggal dunia, mungkin karena terlambat membawa ke pusat kesehatan. pasien sudah berobat ke bidan dan sudah sembuh. Padahal, fase DBD  itu kan kadang menipu dari panas sudah dingin. Mungkin pas fase dingin dianggap sembuh jadi enggak dibawa ke rumah sakit," ujarnya.

Pihaknya bersama masyarakat telah melakukan kegiatan fogging, pembagian bubuk abate, dan lainnya. "Dua  hari ini kami lakukan fogging ke rumah warga positif DBD dan sekitar permukiman sambil penaburan bubuk abate di sumber air sumur dan air tergenang. Kegiatan dengan melibatkan warga dan bersama-sama untuk menjaga kebersihan," katanya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait