#vaksinasi#covid-19

Dinkes Lamsel: Vaksinasi Berstatus DO harus Mengulang ke Dosis Pertama

Dinkes Lamsel: Vaksinasi Berstatus DO harus Mengulang ke Dosis Pertama
Ilustrasi vaksinasi covid-19. Antara/Akbar N Gumay


Kalianda (Lampost.co) -- Warga dengan vaksinasi covid-19 drop out (DO) harus kembali menjalani vaksinasi dosis pertama. Pasalnya, vaksinasi pertama yang telah dilakukan tidak akan tercatat dalam database.  

Vaksinasi DO adalah sasaran vaksinasi atau warga yang tidak melakukan vaksinasi dosis kedua dalam interval waktu lebih dari enam bulan terhitung sejak menerima vaksinasi dosis pertama.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung Selatan (Lamsel) Basuki Didik Setiawan menjelaskan, hal itu sesuai dengan Surat Edaran (SE) Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI  Nomor SR.02.06/II/421/2022.

"Jika sasaran vaksinasi mengalami DO, karena rentang waktunya cukup lama atau lebih dari enam bulan, maka harus dilakukan vaksinasi pertama lagi. Sebab, datanya sudah tidak ada lagi di database," katanya, Selasa, 23 Agustus 2022. 

Baca: 250 Personel Polresta Bandar Lampung Divaksin Booster Dosis Kedua

 

Dalam SE itu dijelaskan, guna mendapatkan perlindungan optimal, vaksinasi covid -19 perlu diberikan secara lengkap, baik vaksin dosis primer maupun vaksin dosis booster minimal enam bulan setelah vaksin dosis primer. 

Sementara itu, data hingga Senin, 22 Agustus 2022, cakupan vaksinasi covid-19 di Kabupaten Lamsel bagi masyarakat umum dosis pertama telah tercapai 740.344 sasaran atau 95,53% dan dosis kedua telah tercapai 613.391 sasaran atau 79,14%.  Sedangkan vaksinasi bagi warga lanjut usia (lansia) dosis pertama telah tercapai 55.473 sasaran atau 75,85% dan dosis kedua 45.673 sasaran atau 62,45%.

Kemudian, vaksinasi bagi anak usia 6 -11 tahun dosis pertama telah tercapai 91.376 sasaran atau 82,06% dan dosis kedua 73.020 sasaran atau 65,56%.

"Untuk vaksinasi dosis ketiga atau booster baru tercapai 149.468 sasaran atau 22,36 %," kata Basuki.

EDITOR

Sobih AW Adnan


loading...



Komentar


Berita Terkait