#ispa#pneumonia

Dinkes Lampura Perluas Cakupan Penemuan Kasus Pneumonia

Dinkes Lampura Perluas Cakupan Penemuan Kasus Pneumonia
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) M. Yusuf. (Lampost.co/Yudhi Hardiyanto)


KOTABUMI (Lampost.co) -- Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara, memperluas cakupan penemuan kasus infeksi bagian saluran pernafasan atas (ISPA) untuk pneumonia. 

Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung Utara, M. Yusuf di ruang kerjanya, Kamis (12/4/2018) mengatakan upaya memperluas cakupan penemuan kasus ISPA untuk kasus pneumonia ini dilakukan untuk mengoptimalkan penanganan kasus atau dalam hal ini pengobatan pada pasien.

"Perluas cakupan kasus penemuan kasus Pneumonia dilakukan untuk mengoptimalkan pengobatan bagi pasien," ujarnya.

Ia mengatakan merujuk target temuan kasus ISPA katagori pneumonia yang ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) adalah dari total pasien yang terjangkit penyakit pada saluran pernafasan, sekitar 60 persen dari pasien tersebut terjangkit pneumonia. Sementara, penjaringan kasus yang di dapat di Kabupaten Lampung Utara, baru sekitar 30 persen atau dalam hal ini masih setengah kasus pneumonia yang terjaring.

"Cakupan kasus yang terjaring positif pneumonia di Lampura diperkirakan masih sekitar 30 persen," kata dia.

Di singgung jumlah kasus pneumonia yang terjaring, menurutnya, saat ini belum dapat ditetapkan. Sebab, ciri orang terinfeksi ISPA katagori pneumonia, hampir sama dengan orang yang terjangkit penyakit batuk biasa, asma dan TBC atau penyakit yang menyerang saluran pernafasan lainnya seperti batuk terus menerus, pasien juga mengalami sesak nafas dan demam. Sehingga untuk cakupan ISPA yang masuk katagori pneumonia mesti melalui uji klinis untuk kualifikasi jenis penyakit merujuk data pasien yang terserang penyakit pada saluran pernafasan dari rumah sakit maupun puskesmas di Lampura.

"Untuk menetapkan jumlah kasus ISPA untuk kasus pneumonia di Lampura pihaknya mesti melakukan uji laboratorium dulu ke pasien untuk mengkualifikasi jenis penyakit yang menyerang pernafasannya. Saat ini Dinkes sedang memperluas cakupan temuan kasus 2017 merujuk data pasien yang berobat di rumah sakit maupun puskesmas karena infeksi pernafasan," kata dia.

EDITOR

Yudhi Hardiyanto


loading...



Komentar


Berita Terkait