#LAMPUNGBARAT#ODF

Dinkes Lambar Percepat Pencanangan Pekon ODF

Dinkes Lambar Percepat Pencanangan Pekon ODF
Sejumlah petugas kesehatan dan warga pekon berfoto bersama saat pencanangan pekon ODF. Dok


Dinas Kesehatan Lampung Barat (Dinkes Lambar) mempercepat pencanangan pekon Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan. Sanitasi menjadi salah satu isu penting program kesehatan yang mencanangkan Universal Acces 100% Kelurahan/Pekon Stop Buang Air Besar Sembarangan Tahun 2024. Sebab sanitasi merupakan kemampuan menjaga kebersihan dan tempat buang air yang layak. Sanitasi juga mengacu pada pemeliharaan kondisi higienis melalui layanan seperti pengumpulan sampah, pengolahan dan pembuangan air limbah, serta pengelolaan limbah berbahaya industri karena sanitasi yang buruk sangat berhubungan erat dengan penularan beragam penyakit. Contohnya, kolera, diare, disentri, hepatitis A, tifus, polio, cacingan, skistosomiasis (penyakit yang disebabkan oleh cacing parasit), trakhoma (infeksi bakteri yang menyerang mata), dan kekurangan gizi. Inilah yang membuat sanitasi dan kebersihan sangat penting untuk kesehatan, perkembangan, dan kelangsungan hidup seluruh anggota masyarakat.

Realita di sekitar masih banyak masyarakat pekon buang air besar di sungai, paralon tinja menuju sungai kolam ikan, WC cemplung di atas kolam ikan, bahkan tidak mempunyai jamban.Hal ini pada umumnya bukan hanya tidak mampu membuat jamban tapi juga karena faktor perilaku. Kendala yang ditemui yaitu masih rendahnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya hidup bersih dan sehat (higienitas pribadi), sehingga menyebabkan minimnya kebutuhan terhadap sanitasi, Rendahnya kesadaran masyarakat untuk membangun sarana sanitasi tanpa bantuan dari Pemerintah/subsidi sanitasi.

Kabupaten Lampung Barat memiliki rumah sehat 44,26% target 70%, penduduk yang memiliki akses air minum 80% dari target 50%, sedangkan untuk akses sanitasi yang layak (jamban sehat) sebesar 76% target 70% data Tahun 2020 masih ada  24% penduduk belum mendapatkan akses sanitasi. Intervensi modifikasi lingkungan dapat menurunkan angka penyakit diare sebesar 94% (Studi WHO 2007) . Pendekatan perubahan perilaku higiene sanitasi melalui kegiatan pemicuan berdasarkan Kepmenkes RI No. 852/tahun 2008 tentang strategi nasional STBM perlu ditingkatkan. 

 

Untuk mewujudkan Kabupaten Lampung Barat menjadi Kabupaten ODF dengan metode pendekatan Sanitasi total berbasis masyarakat (STBM), STBM merupakan pendekatan  untuk mengubah perilaku higienis  dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara pemicuan. Lampung Barat  sudah 136 pekon yang pemicuan tercapai target 100%. penyelenggaraan STBM bertujuan untuk mewujudkan  perilaku masyarakat yang higienis dan saniter secara mandiri dalam  rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal. STBM terdapat 5 pilar, ODF atau stop buang air besar sembarangan (stop BABS) merupakan pilar 1, pilar ke 2 cuci tangan pakai sabun, pilar 3 pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga,pilar 4 pengelolaan sampah dan pilar 5 pengelolaan limbah.

Kriteria Open Defecation Free atau Stop Buang Air Besar Sembarangan (stop BABS) :

1.    Lubang kloset memiliki tutup agar serangga tidak bisa menyentuh tinja 
2.    Jarak pembuangan tinja ke sumur gali > 10 m 
3.    Tempat jongkok (kloset) terbuat dari bahan yang kuat 
4.    Tinja bayi atau lansia (jika ada) dibuang kedalam kloset (WC) 
5.    Setiap orang di dalam rumah menggunakan WC     
6.    Terdapat akses untuk anal cleansing (membersihkan dubur) 
7.    Tidak ada tinja manusia terlihat di sekitar rumah, kebun, sungai

 


Dalam rangka percepatan pekon ODF di Lampung Barat Dinas Kesehatan telah melaksanakan verifikasi 64 pekon(47%) di Tahun 2021 dari 136 pekon 72 pekon ODF (53%), target renstra pekon odf adalah 100% pada Tahun 2021 di Kabupaten Lampung Barat, dengan demikian untuk mewujudkan Kabupaten Lampung Barat menjadi kabupaten ODF maka 15 kecamatan juga harus ODF. 

Verifikasi STBM perlu dilakukan untuk memastikan terjadinya perubahan masyarakat di pekon. Ini dilakukan sebelum melakukan deklarasi pekon STBM atau deklarasi pekon Stop Buang Air Besar Sembarangan (stop BABS) atau pekon Open Defecation Free. Verifikasi ODF dilaksanakan tim verifikasi puskesmas/kecamatan, tim verifikasi kabupaten dan tim verifikasi provinsi.

EDITOR

ADV Dinkes Lambar

loading...




Komentar


Berita Terkait