#dbd#demamberdarahdengue#kesehatan

Dinkes Kota Berupaya DBD Tak Jadi Momok di Tengah Pandemi

( kata)
Dinkes Kota Berupaya DBD Tak Jadi Momok di Tengah Pandemi
Kepala Dinkes Bandar Lampung Edwin Rusli.Lampost.co/Deta Citrawan

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandar Lampung berupa untuk meminimalisasi kasus demam berdarah dengue (DBD) yang masih menghantui warga di tengah masa pandemi Covid-19 saat ini. Sejak Januari hingga Juni 2020, jumlah kasus warga terkena DBD terkonfirmasi 733 kasus.

"Untuk Juni lalu kasusnya 50 kasus, sedangkan Mei 101. Itu artinya mengalami penurunan angka jumlah dalam dua bulan terakhir ini," ujar Kepala Dinkes Bandar Lampung Edwin Rusli, Jumat, 10 Juli 2020.

Pihaknya meyakinkan kasus DBD di Bandar Lampung tidak akan sampai menjadi momok bagi masyarakat. "Insya Allah, DBD jangan sampai jadi momok karena berupaya melakukan berbagai upaya pencegahan, namun kita tetap harus hati-hati," katanya.

Dinkes melalui puskesmas masif melaksanakan kegiatan pengasapan atau fogging sebagai tindakan pencegahan dalam mengurangi jumlah data kasus yang ada. "Selalu memberikan fogging setiap ada permintaan dari masyarakat. Setiap bulan pasti ada fogging yang dilakukan puskesmas. Itu atas perintah bapak wali kota minimal sebulan sekali. Selain itu, pembagian abate gratis di puskesmas," ujarnya.

Pihaknya juga mengimbau warga Bandar Lampung agar selalu menjaga kebersihan lingkungan sebagai salah satu upaya tindakan pencegahan terhadap penyebaran DBD. "Kami selalu menekankan agar masyarakat menjaga kebersihan lingkungan  dan melakukan pola hidup bersih dan sehat (PHBS)," katanya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...

Berita Terkait

Komentar