#gedungobat#dinaskesehatan#beritalampung

Dinilai Kurang Representatif, Dinkes Akan Perbaiki Kekurangan Gedung Obat

( kata)
Dinilai Kurang Representatif, Dinkes Akan Perbaiki Kekurangan Gedung Obat
Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung saat melakukan sidak ke gudang obat Dinas Kesehatan. Foto: Dok


Bandar Lampung (Lampost.co): Kondisi gedung obat Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandar Lampung mendapat sorotan dari DPRD Kota Bandar Lampung, terutama oleh Komisi IV yang membidangi kesejahteraan masyarakat (Kesra).

Komisi IV menilai kondisi gedung obat Dinkes itu kurang representatif, hal itu diungkapkan oleh Ketua Komisi IV Darma Setiyawan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Rabu, 16 September 2020.

"Jadi sewaktu kemarin kami sidak, kami cukup heran ternyata kondisi gudang obat Dinas Kesehatan seperti itu, kurang representatif," ujarnya, Kamis, 17 September 2020.

Menurutnya dengan kondisi saat ini perlu adanya peremajaan atau rehabilitasi terhadap gedung tempat penyimpanan obat, agar sesuai dengan standar kelayakan serta menjaga kualitas obat yang tersimpan.

"Kalau tidak representatif takutnya obat yang tersimpan menjadi rusak, tidak bisa digunakan. Terbuang begitu saja dan akhirnya berakibat pada pemborosan anggaran," ungkapnya. 

Selain itu juga, menurutnya perlu ada penambahan tenaga farmasi yang ditempatkan pada gedung obat.  "Kurang tenaga khusus farmasi. Baru satu orang yang khusus di bidang farmasi. Mereka merasakan ada kekurangan tenaga khusus kefarmasian," lanjutnya.

Dikatakannya untuk stok dan ketersediaan obat pada gudang sudah cukup baik. Dengan tidak terdapat obat yang telah kadaluarsa, sehingga tujuan pengawasan dari sidak itu berjalan baik.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinkes Kota Bandar Lampung Edwin Rusli membenarkan akan kondisi gudang obat. Dan pihak Dinas pun tengah berupaya untuk lakukan renovasi terhadap gedung, namun saat ini belum dapat terealisasi dengan keterbatasan anggaran Pemkot.

"Kita akan usulkan renovasi gudang obat. Tapi tentunya bergantung pada keuangan Pemkot juga," kata Edwin Rusli.

Sementara ini pihak Dinkes akan maksimalkan kondisi gudang dengan cara di rapihkan agar terlihat lebih representatif. "Kemudian kita juga berusaha menambah tenaga farmasi. Tapi memang cukup sulit untuk mencari sarjana farmasi. Tentunya harus yang berkompeten," kata Edwin.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...


Berita Terkait



Komentar