#PERKEBUNAN#BERITALAMPUNG

Dinas Perkebunan Tingkatkan Mutu Hasil Perkebunan Lampung

Dinas Perkebunan Tingkatkan Mutu Hasil Perkebunan Lampung
Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dinas Perkebunan Provinsi Lampung memproyeksikan mutu hasil panen yang ada di perkebunan Lampung meningkat tiap tahun. Hal itu bersamaan dengan upaya pemerintah provinsi Lampung mendorong program petani berjaya sehingga hasil panen juga diupayakan maksimal.

"Kami upayakan meningkatkan mutu perkebunan guna menghasilkan hasil panen yang mendukung. Caranya dengan peremajaan perkebunan ," ujar Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, A. Chrisna Putra, melalui telepon, Kamis, 20 Mei 2021. 

Adapun peremajaan yang dimaksud yaitu perkebunan mempunyai tanaman pohon sawit yang diremajakan. Misalnya, memberikan pupuk, bibit, dari bongkar hingga akhir. Satu hektarenya diprediksi dapat menghasilkan Rp30 juta. Adapun tahap awal, pemerintah provinsi sudah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) sebanyak 200 haktare per kabupaten dengan lakukan pencarian setelah diverifikasi.

"Untuk total secara keseluruhan adalah 3000 hektare tapi akan dicairkan dulu tahap satu sebanyak 200 hektare. Untuk pencairannya menunggu verifikasi dahulu. Kabupaten verifikasi nanti pusat turun ke lapangan. Jika sudah benar, nanti kontrak dengan bank untuk pencairan langsung ke rekening kelompok petani," jelasnya.

Adapun pada 2020 terdapat 3000 hektare tapi yang terealisasi hanya 1650 hektare. Jumlah itu sudah terverifikasi. Selanjutnya, hasil dari perkebunan Lampung yang merupakan urutan kedua di Indonesia yakni kopi. Dimana kopi penghasil ke 5-6 di nasional dan penghasil paling utama berada di Lampung Barat, Tanggamus, Way Kanan, dan Lampung Barat.

"Untuk komoditi kopi kami sudah mencapai 1,2 ton hingga 1,6 ton per hektare. Tanggamus juga sudah lumayan meningkat," katanya. 

Chrisna juga menjelaskan petani sudah bekerjasama dengan pihak ketiga seperti Nestle. Adapun strategi pengembangan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas yaitu dengan pengembangan pemasaran dan promosi ekspor serta kerja sama dengan pihak-pihak terkait. 
"Kami berharap ada peningkatan terhadap lada, kopi, kakao, dan kelapa sawit dengan proyeksi yang telah ditargetkan yaitu lada 15.819 ton, kopi 94.877 ton, kakao 52.210 ton, dan kelapa sawit 189.797 ton," ujarnya. 
 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait