#PEMBONGKARAN#PENERTIBAN#PKL

Dinas Perdagangan Metro Minta PKL Tempati Lokasi yang Disediakan

Dinas Perdagangan Metro Minta PKL Tempati Lokasi yang Disediakan
Lokasi yang telah disediakan Pemkot Metro masih kosong antara lain di lantai dua pasar Kopindo dan lantai dua Pasar Cendrawasih. Lampost.co/Bambang Pamungkas


Metro (Lampost.co) -- Pemerintah Kota (Pemkot) Metro meminta para pedagang kaki lima (PKL) yang lapaknya ditertibkan dapat mengisi tempat yang telah disediakan. Menurut pantauan lampost.co, sebanyak 18 lapak PKL di kawasan pintu masuk terminal Kota Metro telah ditertibkan.

Sebelumnya, pemerintah telah menyiapkan beberapa lokasi untuk berjualan seperti di Lantai dua Pasar Kopindo, Lantai dua Pasar Cendrawasih, pinggir terminal, dan Pasar Tejoagung Metro Timur.

Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Pasar Dinas Perdagangan Kota Metro, Eni Purwati, mengatakan, jauh sebelum pembongkaran lapak PKL yang berada di pintu masuk, pihaknya telah mengimbau untuk berpindah ke tempat yang telah disediakan.

"Kami sudah menyediakan tempat dan lokasi untuk berjualan. Seperti di lantai dua pasar Kopindo yang masih banyak yang kosong dan ada juga hamparan di terminal yang memang di siapkan untuk berjualan," kata dia, di ruang kerja, Kamis, 15 Juli 2021.

Baca juga :Pemkot Metro Bongkar Belasan Lapak PKL, Pedagang Butuh Solusi

Eni menjelaskan, usai pembongkaran lapak ini pihaknya akan memonitoring apakah para pedagang tetap akan berjualan di lokasi itu atau tidak.

"Dinas perdagangan telah mensterilisasi para pedagang. Nanti kami akan koordinasi dengan tim di lapangan seperti apa perkembangannya. Yang jelas, untuk lokasi kami telah mendirikan jauh sebelum pembongkaran itu," ujarnya.

Eni mengaku, dalam pembongkaran kemarin pihaknya telah bertemu dengan mantan paguyuban pedagang setempat.

"Mereka mendukung adanya kegiatan ini. Mereka juga mengaku akan membantu pemerintah kota Metro kaitannya dengan pemanfaatan lokasi teman-teman untuk berdagang supaya tetap beraktivitas," kata dia.

Baca juga :12 Jalan Masuk Metro Disekat hingga 20 Juli

Eni menambahkan ke depannya fungsi terminal tersebut tidak akan berubah. Pembongkaran itu dilakukan untuk memperlancar akses Jalan Imam Bonjol supaya tidak terhalang oleh lapak PKL. Selanjutnya, dalam pembongkaran lapak PKL tersebut, pihaknya telah memberikan surat pemberitahuan sebanyak tiga kali sebelum mengeksekusi lapak PKL tersebut.

"Jadi, sudah tiga kali kami surati, surat pertama pada 3 Juni, kedua 21 Juni, dan yang ketiga 2 Juli 2021. Kemudian, kami juga melakukan pendekatan langsung kepada pedagang sebelum eksekusi pada 9 dan 12 Juli 2021," ujarnya.

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait