#lampung#sampahplastik

Dinas Lingkungan Hidup Lampung Dukung Pengurangan Sampah Plastik

Dinas Lingkungan Hidup Lampung Dukung Pengurangan Sampah Plastik
Salah satu narasumber saat memberikan penjelasan pada sosialisasi terkait pengurangan penggunaan sampah plastik di Hotel Swissbell Bandar Lampung, Rabu, 30 Oktober 2019. Lampost.co./Zainuddin


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Salah satu kebijakan strategis nasional yang digaungkan pemerintah adalah mengurangi sampah plastik dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, sampah plastik menjadi musuh besar karena sulit terurai.

Dalam upaya mendukung Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategis Nasional dalam Penanganan dan Pengurangan Sampah serta Surat Edaran Gubernur Lampung No 2707 Tahun 2019 tentang Pengurangan  dan Penanganan Sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DHL) Lampung menggelar sosialisasi di Hotel Swissbell Bandar Lampung, Rabu, 30 Oktober 2019. Narasumber dalam kegiatan itu berasal dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Kementeian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Berdasarkan data dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (Inaples) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun. Sedangkan berdasarkan data perhitungan Dinas Lingkungan Hidup Lampung, produksi sampah di Sang Bumi Ruwa Jurai mencapai 7.000 ton/hari dengan tingkat keterangkuran sampah 60—70 persen.

Dari jumlah tersebut, produksi sampah plastik penduduk Lampung diestimasi lebih dari 16 juta per lembar per hari. Sampah-sampah tersebut dibuang ke 19 tempat pembuangan akhir (TPA).

“Sampah-sampah tersebut dibuang ke 19 TPA. Dari jumlah itu 8 TPA menggunakan sistem open dumping, 10 TPA countrol landfill dan satu TPA dengan sistem sanitari landfill,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lampung Intizam.

Dia menjelaskan maksud dan tujuan digelarnya sosialisasi agar pihak terkait dan masyarakat lebih bika lagi dalam meperlakukan sampah, terutama plastik. “Di mana pun kita berada harus bijak dalam memperlakukan sampah. Jadikan kepedulian tersebut menjadi pola kehidupan sehari-hari,” katanya.

Dia menjelaskan lingkungan kantor bisa melakukan gerakan bersama, seperti menggunakan surat elektronik (e-mail) sebagai media persuratan dan tidak menggunakan air mineral dalam kemasan sekali pakai. Kemudian tidak menggunakan sedotan plastik, minimalisasi sampah kertas dengan menggunakan dua sisi, tidak membakar sampah, dan membuang sampah pada tempatnya.

“Lingkungan kantor bisa melakukan gerakan untuk tidak menggunakan barang-barang yang berbahan plastik. Selain itu, membuang sampah ke tempatnya,” katanya.   

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...




Komentar


Berita Terkait