#umkm#covid-19#pringsewu

Dinas Klaim tak Ada UMKM Bangkrut di Pringsewu

Dinas Klaim tak Ada UMKM Bangkrut di Pringsewu
Wabup Pringsewu, Fauzi mempromosikan salah satu produk UMKM. Dok Pemkab


Pringsewu (Lampost.co) -- Dinas Koperasi Perdagangan (Disperindag) dan UMKM Kabupaten Pringsewu mengaku belum bisa mendeteksi jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang kolaps akibat pandemi.

Kepala Bidang Koperasi Diskoperindag Kabupaten Prungsewu, Peni Widayati mengeklaim, tidak ada satu pun laporan masuk mengenai adanya UMKM yang bangkrut karena terdampak pandemi covid-19. 

"Justru dalam pantauan di lapangan banyak UMKM yang tumbuh di pekon-pekon. Apalagi saat adanya bantuan pemerintah lewat program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) dengan besaran Rp2,4 juta/pendaftar," kata dia, Selasa, 21 September 2021.

Baca: SD di Pringsewu Gelar PTM Pertama Setelah Hampir Dua Tahun Daring

 

Dia menjabarkan, ada sekitar 37.000 UMKM yang tercatat secara resmi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu. Sedangkan yang mengajukan BPUM pada 2021 berjumlah 20.000 UMKM.

"Justru di lapangan banyak mengalami kemajuan. Wakil Bupati juga sering mengunjungi mereka. Wabup juga sering memposting UMKM lewat akun Instagram beliau," kata dia.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait