#beritalampung#beritatanggamus#sumberdaya

Dinas ESDM Pastikan Berkurangnya Debit Mata Air di Tanggamus Akibat Pengaruh Musim

Dinas ESDM Pastikan Berkurangnya Debit Mata Air di Tanggamus Akibat Pengaruh Musim
Kantor Dinas ESDM Provinsi Lampung. Lampost.co/Atika Oktaria


Bandar Lampung (Lampost.co): Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) memastikan kondisi debit mata air yang berkurang di wilayah Tanggamus akibat pengaruh musim atau kondisi cuaca. 

"Kami telah menurunkan tim untuk melakukan pengecekan. Yang terbaru ada laporan di Kabupaten Tanggamus terkait penyusutan debit mata air Galih Batin yang diduga akibat beroperasinya salah satu perusahaan," kata Plt Kepala Dinas ESDM Provinsi Lampung, Hery Sadli, Kamis, 11 Agustus 2022. 

Ia mengatakan jika tim yang berjumlah tujuh orang tersebut langsung mendatangi ke lokasi aduan masyarakat, dimana salah satu laporan yang diterima ada perusahaan yakni PT Tirta Investama menjadi penyebab penyusutan debit mata air tersebut. 

"Tim telah melakukan verifikasi lapangan sumur bor untuk mengetahui debit air yang dipakai serta melakukan pengecekan terhadap posisi muka air tanah atau kedalam air. Hal ini selalu dilakukan untuk memantau kondisi air," kata dia. 

Dia mengatakan setelah melalui sejumlah pengecekkan, PT Tirta Investama menggunakan dua sumur bor dan sudah berizin. Sebab perusahaan tersebut melakukan pengeboran masih dibawah dari izin yang ada. 

"Peraturan yang tertuang, izin suatu perusahan dalam melakukan pengeboran adalah 14 liter per detik dan jika masih menggunakan 2 liter per detik itu masih masuk ke standarisasi bukan pelanggaran," kata dia. 

Dia mengatakan timnya menemukan indikasi bahwa penyusutan debit mata air di Kabupaten Tanggamus yang dikeluhkan oleh para petani salah satu penyebabnya karena kondisi musim yang menyebabkan debit air tidak stabil.

"Karena mata air bersifat fluktuasi, tergantung dengan musim bisa naik dan turun. Saat ini dipasang alat untuk memantau mata air dan merekam, sehingga hasilnya bisa dianalisis lebih lanjut," kata dia.

Ia mengatakan pihaknya akan koordinasi bersama dengan dinas terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanggamus guna mencari solusi dari permasalahan yang ada.

"Kami pasti cari solusi atas keluhan. Sehingga masyarakat tidak akan terganggu untuk melakukan proses bertani," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait