#beritalampung#beritabandarlampung#bbm

Dinas ESDM Lampung Sebut Kuota BBM Bersubsidi Ditambah 10 Persen

Dinas ESDM Lampung Sebut Kuota BBM Bersubsidi Ditambah 10 Persen
Plt Kepala Dinas ESDM Provinsi Lampung Hery Sadli saat ditemui di Perkantoran Gubernur Provinsi Lampung, Rabu, 19 Oktober 2022. Lampost.co/Atika Oktaria


Bandar Lampung (Lampost.co): Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Provinsi Lampung menyebut jika Provinsi Lampung mendapatkan tambahan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sebanyak 10 persen. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas ESDM Provinsi Lampung, Hery Sadli, mengatakan penambahan kuota 10 persen BBM bersubsidi tersebut berlaku untuk Oktober-Desember 2022.

"Penambahan kuota BBM bersubsidi sebesar 10 persen ini jika dikonversikan nilainya sekitar 372.625 kiloliter (KL) dari penggunaan rata-rata kita di Provinsi Lampung," kata Hery saat dihubungi, Rabu, 19 Oktober 2022. 

Dengan penambahan kuota tersebut, ia memastikan jika hingga akhir Desember 2022 atau menyambut perayaan Hari Natal dan Tahun Baru, dipastikan akan mencukupi kebutuhan BBM masyarakat. 

Baca juga:  Polda Lampung Limpahkan Berkas Perkara Sembilan Pelaku Penimbunan Solar

Ia memaparkan untuk jenis Bio Solar di Lampung mendapatkan kuota sebesar 600.242 KL, dengan adanya penambahan kuota 10 persen atau 176.476 KL, total kuota Provinsi Lampung menjadi 776.718 KL.

Selanjutnya untuk BBM bersubsidi jenis Pertalite, Lampung mendapatkan kuota sebesar 554.638 KL, dengan adanya penambahan kuota 10 persen atau 196.149 KL, total kuota Lampung menjadi 750.787 KL.

"Untuk jenis Bio Solar sendiri dengan kuota 776.718 KL, kita telah menggunakan (konsumsi) hingga September sebesar 569.088 KL atau 73 persen penggunaan. Sementara untuk kuota Pertalite dari total 750.787 KL, telah digunakan sebanyak 551.991 KL atau 73 persen per September 2022," papar dia. 

Ia menerangkan jika Provinsi Lampung menghitung penggunaan kuota BBM bersubsidi sebanyak 14 bulan. "Dua bulan kelebihannya itu kami hitung untuk Idulfitri penggunaan dua bulan dan Nataru penggunaan dua bulan, karena pasti ada peningkatan konsumsi harian," jelas dia. 

Dengan adanya kuota yang masih tersisa tersebut, pihaknya secara masif melakukan monitoring dan pengawasan yang berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk bisa memastikan tidak ada penimbunan atau penjualan liar.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait