#pembangunan#jalanrusak

Dinantikan 35 Tahun, Pembangunan Jalan Rejosari Lamsel Disebut Asal-asalan

Dinantikan 35 Tahun, Pembangunan Jalan Rejosari Lamsel Disebut Asal-asalan
Pekerjaan rabat beton Desa Rejosari, Kecamatan Natar, Lampung Selatan. Lampost.co/Febi


Kalianda (Lampost.co) -- Jalan sekitar Desa Rejosari, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, akhirnya mendapatkan perbaikan setelah 35 tahun tidak tersentuh pembangunan. Namun, pekerjaan itu diprotes warga karena dinilai dikerjakan secara asal jadi. 

Proyek senilai Rp1,9 miliar untuk rabat beton itu dimulai sejak 19 Juli 2022. Namun, warga menilai kontruksi awal dilakukan dengan salah. Sebab, rabat beton tidak dihampar batu terlebih dahulu untuk memadatkan tanah di bawahnya. Sementara pekerjaan itu langsung menabur adukan semen di jalan tanah. 

Warga sekitar, Pi'i, mengatakan pekerjaan itu dilakukan asal jadi karena mengejar target waktu bukan kualitas. 

"Pengerjaan rabat beton tidak seperti itu, mestinya dihamparkan dulu best (batu dan pasir) dipadatkan baru dicor, pas cor beton harus dipadatkan lagi dengan mesin pemadat (Vibrator). Kalau ini semen langsung nempel di jalan tanah begitu, pemadatannya diinjak pakai kaki," kata dia, Rabu, 20 Juli 2022. 

Kontraktor yang mengerjakan proyek itu juga selanjutnya akan melakukan pembanguan di Desa Negararatu.

"Warga desa itu tidak akan setuju kalau pekerjaan sama dengan jalan di Desa Rejosari. Saya yakin proyek itu tidak akan bertahan satu tahun," katanya.

Perwakilan kontraktor, Budi, enggan memberikan komentar. Bahkan, dia tidak mengakui adanya pekerjaan itu. Padahal Konsultan pengawas yakin milik Budi. 

"Mungkin uang muka proyeknya belum cair jadi malas datang ke lokasi dan bicara soal pekerjaan," kata konsultan pengawas. 

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait