Pandemicovid-19

Di Masa Pandemi, Perajin Dandang Andalkan Jualan Daring

Di Masa Pandemi, Perajin Dandang Andalkan Jualan Daring
Joko, perajin dandang di Bandar Lampung. Lampost.co/Andi Apriadi


Bandar Lampung (Lampost.co)-- Dampak wabah virus Covid-19, membuat omset pendapatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mengalami penurunan. Hal itu termasuk dirasakan perajin dandang untuk perabotan rumah tangga dan loyang kue berbahan almunium.

Sebab, saat ini minat warga untuk membeli langsung ke tempat perajin di kawasan Pasar Tugu, Bandar Lampung terus berkurang. Hal itu lantaran takut tertular wabah virus korona yang terus menyebar.

Guna menyiasati hal tersebut, Joko (41) perajin dandang dan loyang kue memanfaatkan media sosial untuk menjual barang-barang dagangannya seperti dandang, loyang kue, cetakan kue, open, panci dan perabotan rumah tangga lainnya. 

Joko mengatakan toko yang menjual berbagai macam jenis perabotan rumah tangga yang dirintisnya sejak 2003 lalu, sempat mengalami penurunan pembeli lantaran terdampak wabah covid 19.

"Sejak ada virus korona beberapa bulan ini, produksi dandang dan lainnya yang saya buat sempat menurun. Sebab sebagian pelanggan dan warga mulai takut datang ke pasar karena takut korona," terangnya, Senin 28 Desember 2020.

Joko mengaku sempat bingung cara untuk menjual barang-barang produksinya agar kembali diminati konsumen khususnya para ibu-ibu rumah tangga yang memiliki usaha warung makan, penjual kue, jasa masakan, dan lainnya.

"Luar biasa dampak korona, sampai saya dan keluarga bingung harus bagaimana lagi mau jual barang-barang ini, karena sepinya peminat," ujarnya. 

Bapak tiga orang anak ini mengungkapkan keterampilannya dalam membuat berbagai macam perabotan berbahan almunium cukup menggunakan tang, gergaji besi, gunting khusus almunium dan sebagainya. Ia mampu memproduksi puluhan loyang kue dan alat-alat pencetak kue lainnya per hari.

"Sebelum ada pandemi, keuntungan jual barang-barang di toko sehari bisa dapat Rp1--Rp2 juta. Tapi sekarang sejak ada korona penghasilannya nggak bisa ditentukan," paparnya. 

Ia menuturkan untuk menyiasati agar kembali dapat menjual barang-barang yang diproduksinya, ia memanfaatkan media sosial seperti facebook dan instagram. "Sejak berjualan online, barang-barang mulai laku lagi. Apalagi sekarang ada konsumen baru, jadi alhamdulilah sekarang untungnya lumayan," kata dia.

Dirinya berharap Pemerintah Kota dan Provinsi Lampung dapat memperhatikan dan memberikan bantuan UMKM yang saat ini terdampak wabah covid-19. "Kalau ada bantuan dari pemerintah, saya pelaku UMKM bisa kembali mengembangkan usaha yang dirintis. Sebab, dimasa pandemi sangat berdampak," tuturnya. 

Sementara itu, Ratih (46) pembeli mengaku lama menjadi pelanggan toko pembuatan berbagai macam alat-alat pencetak kue dan dandang tersebut. Ia pun kerap datang ke toko hanya untuk memperbaiki dandang yang rusak. 

"Tapi sejak ada korona saya jarang datang kesini, bukan karena takut. Soalnya usaha catring saya juga lagi sepi, karena masih banyak warga yang takut korona," ujarnya. 

Hal senada juga disampaikan Sri Wahyuni (39) pembeli lainnya yang mengatakan sejak merebaknya virus korona ia jarang datang ke pasar atau toko milik Joko. 

"Sekarang saya lihatnya di online saja, karena jualnya via online. Jadi bisa lihat barang-barangnya, kalau untuk datang ke pasar paling perbaikin panci yang rusak saja," pungkasnya. 

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait