#nuansa#virus-corona#covid-19

Dilema Covid-19

( kata)
Dilema Covid-19
Ilustrasi Pixabay.com

Sri Agustina

Wartawan Lampung Post

PANDEMIK Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang mewabah di Indonesia, termasuk Lampung, belumlah menunjukkan kelunglaian, malahan kian kencang menginfeksi. Ini terlihat dari data global infeksi Covid-19 yang terus naik. Bahkan, di Lampung, hingga 8 April 2020, tercatat ada 2.027 orang dalam pemantauan (ODP), sementara 41 orang tergolong pasien dalam pengawasan (PDP), 17 orang dinyatakan sembuh, dan 4 orang meninggal dunia.

Jika melihat data tersebut, sungguh amat mengerikan. Imbauan pemerintah untuk tetap di rumah saja dan menjaga jarak dengan orang menjadi pilihan. Namun, buat mereka yang mencari penghidupan dengan harus ke luar rumah dan bertemu dengan orang, menjadi serbasalah. Dilema antara takut tertular Covid-19, tetapi jika hanya berdiam di rumah, tak ada pemasukan, dan bagaimana menjaga asupan tubuh agar imunitas menjadi lebih baik jika dapur tak ngebul.

Itu yang dilontarkan seorang kawan, saat mengantarkan hand sanitizer, kopi, dan madu yang saya pesan beberapa waktu lalu. "Ya, mau apa lagi, kalau tak jalan ke luar, ya enggak dapat uang. Bismillah aja, asal kita melengkapi diri, pakai masker dan bawa hand sanitizer saja. Insya Allah, aman," ucapnya.

Saya pun setuju dengan pendapat kawan tadi. Antara kekhawatiran dan kewajiban mencari rezeki memang menjadi dilema.

Apalagi, kalau membaca informasi soal corona yang begitu banyak, membuat nyali jadi ciut. Sebab, banyak informasi yang tak benar alias hoaks yang berseliweran. Padahal, artikel sebuah penelitian menyebut berpikir positif akan berimbas pada peningkatan imunitas sesorang. Sebaliknya, kecemasan justru menurunkan imunitas.

Nah, ada baiknya kita mulai meningkatkan imunitas dengan selalu berpikir positif dan tentu saja menjaga protap kesehatan yang telah ditentukan, tak berkerumun, kerap mencuci tangan, dangan menggunakan alat pelindung diri jika berada di luar rumah.

Semoga saja wabah mendunia yang mematikan ini segera teratasi, hingga manusia bisa kembali hidup normal sebagai insan sosial. Amin.

EDITOR

Bambang Pamungkas

loading...

Berita Terkait

Komentar