#pertanian

Dikuasai Pihak Lain, Petani di Tulangbawang Klaim tak Bisa Manfaatkan Sumbangan Mesin Pertanian

Dikuasai Pihak Lain, Petani di Tulangbawang Klaim tak Bisa Manfaatkan Sumbangan Mesin Pertanian
Ketua Poktan Barata Jaya, Kampung Sungainibung, Munadi. Lampost.co/Ferdi Irwanda Hakim


Menggala (Lampost.co) -- Kelompok Tani (Poktan) Barata Jaya, Kampung Sungainibung, Kecamatan Denteteladas, Kabupaten Tulangbawang mengeluhkan sistem pengelolaan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) permanen kombinasi atau combine hardvester. Pasalnya, bantuan yang didapat pada 2018 dari pemerintah pusat itu dikelola pihak lain.

Ketua Poktan Barata Jaya, Munadi menyebut, alsintan itu kini berada di tangan Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kampung Sungainibung, Kecamatan Denteteladas, Sunariyah.  

"Saya jadi ketua sejak 2020. Sejak saya ditetapkan sebagai ketua, enggak ada satu pun aset yang diserahkan ke saya, termasuk mesin combine," kata Munadi, Jumat, 19 Agustus 2022.

Baca: Gubernur Arinal Terima Penghargaan Terkait Pelaksanaan Asuransi Sektor Pertanian

 

Munadi mengaku sempat mempertanyakan keberadaan alat tersebut kepada Ketua Gapoktan dengan jawaban akan segera dikembalikan ke pihaknya. 

"Tapi kami sudah membuat surat pernyataan enggak mau mengambil lagi alat itu, karena alatnya sudah rusak," ujarnya. 

Padahal, kata dia, alat tersebut sangat dibutuhkan oleh sebanyak 25 warga yang tergabung sebagai anggota demi mengurangi biaya pengeluaran saat musim panen. Saat ini mereka terpaksa menyewa mesin dari luar. 

Berdasarkan berita acara serah terima barang kegiatan bantuan alsintan dari APBN tahun 2018 pada 24 September 2018, alat tersebut diserahkan Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Tulangbawang, Endang Son kepada Kawung Seta yang kala itu menjabat Ketua Poktan Barata Jaya. 

Endang Son pun membenarkan adanya penyerahan alat tersebut.

"Ya, benar," kata dia, singkat.

Dia menjelaskan, alasan penyerahan melalui bidangnya lantaran alsintan yang diberikan untuk pasca panen. Sedangkan alsintan pra-panen masuk di bidang sarana dan prasarana atau sapras.

EDITOR

Sobih AW Adnan


loading...



Komentar


Berita Terkait