#Infrastruktur#pasar

Diklaim Nyaris Rampung 100%, Gaji Pekerja Proyek Pasar SMEP belum Dibayar

Diklaim Nyaris Rampung 100%, Gaji Pekerja Proyek Pasar SMEP belum Dibayar
Gedung Pasar SMEP. Lampost.co/Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung, Iwan Gunawan, mengatakan pertengahan 2021 gedung Pasar SMEP diserahkan ke Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Bandar Lampung.

"Sekarang masih masa pemeliharaan. Ini memerlukan waktu sekitar enam bulan. Berarti perkiraan pertengahan tahun baru bisa diserah-terimakan," ujarnya saat ditemui di lingkungan Pemkot setempat, Jumat, 15 Januari lalu. 

Iwan mengaku gedung Pasar SMEP telah rampung total dan saat ini dalam proses pemeliharaan sebelum diserah-terimakan pada pertengahan 2021.

"Sebelum kami serahkan ke Dinas Perdagangan, selama masa pemeliharaan ini harus dicek lapangan terlebih dahulu hasil pengerjaan gedung pasar," kata dia. 

Reporter Lampost.co menilik secara langsung pengerjaan gedung Pasar SMEP yang menelan anggaran Rp20 miliar itu pada Selasa, 19 Januari 2021 pagi dari lantai satu hingga empat yang merupakan area parkir. 

Sebelum memasuki gedung, salah seorang pemilik ruko yang berada tepat di depan gedung Pasar SMEP (enggan disebutkan namanya) mengatakan para pekerja sudah sepuluh hari tidak melanjutkan pembangunan. 

“Hanya ada dua pekerja yang sisa di atas, suami istri. Kalau yang lain sudah pada pergi soalnya gajinya enggak keluar, termasuk empat orang yang tinggal di rumah saya,” ujarnya.

Pria dengan rambut ikal ini juga mempertanyakan beberapa pemberitaan di surat kabar harian yang meluliskan bahwa pengerjaan gedung Pasar SMEP sudah hampir 100% rampung.

“Kalau mau lihat ke atas saja, nanti bisa dinilai apa mungkin keadaan mangkrak begitu dikatakan hampir 100 persen,” kata dia.

Lampost.co segera menilik ke dalam dari lantai satu hingga lantai empat melalui anak tangga yang bahkan masih berbentuk semen tanpa keramik. 

Benar saja, tidak ada satu pun pekerja yang terlihat beraktivitas di luar maupun dalam gedung Pasar SMEP.

Di lantai tiga kembali bertemu dengan pekerja yang disebutkan oleh pemilik ruko sebelumnya dan memberikan keterangan senada terkait menunggaknya pembayaran gaji ratusan pekerja. 

“Enggak tahu kapan lanjut lagi ini, soalnya kan proyeknya terhenti karena pekerjanya sempat enggak dibayar jadi pada nyari kerja lain,” ujarnya. 

Pekerja yang mengenakan celana training dan kaos hitam bertuliskan casual 91 ini juga mengatakan bahwa untuk serah terima pertengahan tahun terlalu sulit direalisasikan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandar Lampung.

“Keadaannya ya masih begini, kalau pekerjanya ditambah lebih banyak lagi ya mungkin bisa enam bulan dari sekarang selesai,” kata dia.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait