#pilkada#pemilu#beritalamsel

Diisukan Berijazah Palsu, Nanang: Itu Untuk Membunuh Karakter

( kata)
Diisukan Berijazah Palsu, Nanang: Itu Untuk Membunuh Karakter
Nanang Ermanto. Foto: Google

Kalianda (Lampost.co): Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto menilai isu dugaan ijazah palsu yang dituduhkan kepadanya hanya untuk membunuh karakternya. Dia meminta masyarakat Lamsel supaya tidak terpengaruh dengan adanya isu-isu yang menyudutkannya. 

"Dalam beberapa hari terakhir ini saya sibuk kegiatan di Kecamatan Natar dan Jatiagung ada isu bahwa saya diduga menggunakan ijazah palsu. Nah, isu-isu seperti masyarakat jangan mudah terpengaruh. Itu bohong semua," kata Nanang saat berdialog dengan masyarakat Desa Sukapura, Kecamatan Sragi, Senin, 3 Agustus 2020.

Nanang mengatakan sebelum menjabat sebagai Bupati Lamsel, dirinya pernah menjabat kepala desa, anggota DPRD Lamsel selama dua periode dan menjadi wakil bupati Lamsel. Artinya, dia tidak mungkin menggunakan ijazah palsu karena semua sudah melalui proses verifikasi. 

"Semua ini sudah melalui suatu proses verifikasi dan pemeriksaan berkas. Nah, ini tidak main-mainan. Ini sudah kelewatan untuk membunuh karakter Pak Nanang," kata dia. 

Selain itu, kata Nanang, ia juga pernah diisukan bahwa telah ditangkap oleh KPK. Padahal, dirinya jelas dan nyata hingga kini masih menjalankan roda pemerintahan.

"Kemarin juga diisukan ketangkap KPK. Kalau Pak Nanang ditangkap KPK, mungkin saya tidak ada disini. Jadi, kami minta masyarakat jangan terpengaruh adanya isu-isu yang tidak jelas, semua itu bohong," kata dia. 

Sementara itu, Kuasa Hukum Nanang Ermanto yang juga Ketua Divisi Investigasi LBH Sabusel, Merik Havit mengatakan persoalan dugaan ijazah palsu itu sudah dalam proses penyelidikan pihak kepolisian. Bahkan, pihak kepolisian akan meminta keterangan langsung dari Nanang Ermanto terkait ijazah tersebut. 

"Pak Nanang akan dipanggil pihak kepolisian untuk dimintai keterangan sekaligus menunjukkan ijazah aslinya serta surat pernyataan dari Polda Lampung tentang keabsahan ijazah tersebut," kata dia.

Merik mengatakan secara logika kalau ijazah tersebut palsu tidak mungkin berkas Nanang Ermanto bisa terverifikasi di KPU. Sebab, Nanang Ermanto pernah dua kali menjabat anggota DPRD Lamsel, Wakil Bupati dan Bupati Lamsel. 

"Artinya biar titik menderang, proses ini terus akan bergulir supaya nanti pengadilan yang akan memutuskan siapa yang benar dan siapa yang salah," kata dia. 

Sebelumnya, Nanang Ermanto melalui tim kuasa hukumnya melaporkan kepala Desa Margodadi atas tuduhan dugaan pencemaran nama baik. Pengaduan disampaikan langsung tujuh kuasa hukumnya yang tergabung dalam LBH Saibumi Selatan (Sabusel) ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Lamsel.

Pelaporan tersebut buntut dari pernyataan terlapor yang merupakan Kepala Desa Margodadi, Kecamatan Jatiagung, Sutrimo, kepada beberapa media online. "Melaporkan Sutrimo karena memberikan keterangan kepada media online bahwa klien kami memalsukan ijazah," kata Sekretaris LBH Sabusel, Eko Umaidi, Kamis, 30 Juli 2020.

Berdasarkan keterangan klien LBH Sabusel, apa yang disampaikan Kades Margodadi, Sutrimo, merupakan keterangan yang tidak benar.

"Pelaporannya sudah dilakukan Rabu kemarin di Mapolres Lampung Selatan," katanya.

Dia menjelaskan kliennya yang merupakan orang nomor satu di Lampung Selatan itu siap membuktikan ijazah yang dimiliki adalah asli. "Klien kami siap membuktikan ijazah yang dimilikinya asli," ujarnya.

Kabar atau isu mengenai ijazah palsu kerap muncul di masa menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) di Lampung Selatan seperti sekarang ini. "Hal ini sangat merugikan klien kami," kata Ketua Divisi Investigasi LBH Sabusel, Merik Havit.

Selaku kuasa hukum, pihaknya melaporkan oknum Kades tersebut ke Mapolres Lampung Selatan agar apa yang disampaikan terlapor ke beberapa media online itu dapat dipertanggungjawabkan.

"Kalau klien kami siap membuktikan dan menghadirkan saksi jika ijazah yang dimilikinya asli," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, pelaporan terhadap oknum Kades Margodadi tersebut berawal dari pernyataannya kepada media online memiliki sejumlah bukti kuat mengenai dugaan ijazah palsu milik Nanang Ermanto.

Beberapa bukti yang didapatnya setelah melakukan penyelidikan dan mendapatkan temuan yang dijadikan dasar dugaan atas ijazah palsu SMA Tunas Harapan milik Nanang Ermanto.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...

Berita Terkait

Komentar