TewasgantungdiriBunuhdiri

Diduga Depresi, Mbah Sarnak Nekat Gantung Diri di Pohon Kakao

Diduga Depresi, Mbah Sarnak Nekat Gantung Diri di Pohon Kakao
Diduga depresi karena sakit tak kunjung sembuh, Sarnak (75), warga Dusun Tanjungrejo, Rt/Rw 007/004, Desa Pematangbaru, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, nekat gantung diri di pohon kakao tidak jauh dari rumahnya, Sabtu (3/10/2020).


Kalianda (Lampost.co) -- Diduga depresi karena sakit tak kunjung sembuh, Sarnak (75), warga Dusun Tanjungrejo, Desa Pematangbaru, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, nekat gantung diri di pohon kakao tidak jauh dari rumahnya, Sabtu, 3 Oktober 2020.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, jasad Mbah Sarnak yang masih tergantung dengan sehelai kain ditemukan oleh beberapa warga yang hendak mencari semut angkrang sekitar pukul 08.00 Wib.

Menurut keterangan Romli, warga setempat mengatakan sebelum ditemukan dalam kondisi gantung diri, pihak keluarga sempat mencari keberadaan Mbah Sarnak yang diketahui keluar dari rumah sekitar pukul 05.00 Wib.

"Mbah Sarnak ini keluar rumah tanpa sepengetahuan sang istri. Karena, mbah Sarnak tidak pamitan. Dan pada akhirnya ditemukan oleh warga yang sedang mencari semut angkrang dalam kondisi gantung diri," kata dia.

Menurutnya, Mbah Sarnak nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri itu diduga depresi karena sakit yang diderita tak kunjung sembuh. Dimana, Mbah Sarnak diketahui menderita sakit asma sejak beberapa tahun terakhir.

"Berdasarkan keterangan pihak keluarga, Mbah Sarnak sering keluar rumah tanpa seizin istrinya. Padahal, Mbah Sarnak sedang sakit-sakitan. Setau saya sakit asma," kata dia.

Sementara itu, Kepala Desa Pematangbaru, Yunias membenarkan salah satu warganya yang nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Menururnya, pihak keluarga sudah menerima peristiwa itu dan menolak untuk di autopsi.

"Pihak kepolisian sudah turun kelokasi. Jasad Mbah Sarnak dibawa kerumahnya untuk segera di makamkan. Soalnya pihak keluarga sudah menerima dan menolak untuk di autopsi," kata dia. 

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait