#pencabulan#pelecehanseksual

Diancam Putus Sekolah, Seorang Pria Lamteng Lecehkan Anak Tiri Sejak 2017

Diancam Putus Sekolah, Seorang Pria Lamteng Lecehkan Anak Tiri Sejak 2017
Seorang pria asal Kecamatan Bandar Surabaya, Lampung Tengah, inisial EF (42) dipolisikan karena melecehkan anak tirinya sejak 2017. Foto Ilustrasi


Gunungsugih (Lampost.co) – Seorang pria asal Kecamatan Bandar Surabaya, Lampung Tengah, inisial EF (42) dipolisikan karena melecehkan anak tirinya sejak 2017.

Tersangka melakukan perbuatan asusila itu sejak korban masih duduk di bangku SMP hingga SMA dengan usianya kini 15 tahun.

Kapolsek Seputih Surabaya, Iptu Budi Santoso, menjelaskan perbuatan itu dilakukan tersangka sejak istrinya bekerja menjadi pekerja imigran di Taiwan sejak 2017.

"Sejak itu pelaku memaksa korban melayani nafsunya hampir setiap malam dengan ancaman korban akan putus sekolah," kata Budi, Kamis, 8 Desember 2022.

Bahkan, aksi tersebut pun dilakukan sejak tersangka masih belum menikah dengan ibu korban. Setelah lima tahun, korban akhirnya memberanikan diri menelepon ibunya di Taiwan dan menceritakan semua kejadian tersebut.

"Korban menceritakan yang dialaminya selama bertahun-tahun. Lalu ibunya menghubungi kerabat di Metro untuk menemui putrinya," ujarnya.

Dengan didampingi pamannya, korban akhirnya melapor ke Mapolsek Seputih Surabaya. “Untuk itu kami bekuk tersangka pada 6 Desember 2022,” kata dia.

Pelaku dikenakan persetubuhan terhadap anak di bawah umur Pasal 76 D Jo 81 UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Pemerintah Pengganti UU No. 1 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait