#mayday#aksiburuh

Dialog May Day, Buruh dan Mahasiswa Tegaskan Penolakan Omnibus Law

Dialog May Day, Buruh dan Mahasiswa Tegaskan Penolakan Omnibus Law
Buruh Provinsi Lampung melakukan dialog dengan Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung, di Sekretariat MPBI Lampung, Sabtu, 1 Mei 2021. Lampost.co/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Majelis Pekerja/Buruh Indonesia (MPBI) dan puluhan mahasiswa memperingati hari buruh internasional (May Day) dengan berdialog bersama Pemerintah Provinsi Lampung, Sabtu, 1 Mei 2021. 

Dalam dialog itu, buruh dan mahasiswa meminta hakim Mahkamah Konstitusi untuk membatalkan atau mencabut UU Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020. Kedua, meminta Gubernur membentuk tim kerja pantau THR Tahun 2021 sesuai Surat Edaran Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tanggal 12 April 2021. Ketiga, tetap memberlakukan UMSK/P 2021 di seluruh Wilayah Indonesia.

"Kami melakukan aksi damai. Berjuang tidak harus turun kejalan, karena masih situasi pandemi. Kami berdialog dan terus berjuang dimasa sulit ini. Kami ingin tuntutan yang disampaikan bisa ditindaklanjuti dengan baik," kata Ketua DPW Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Lampung, Sulaiman Ibrahim, di Sekretariat KSPI, Sabtu, 1 Mei 2021.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lampung, Agus Nompitu, menyambut aspirasi tersebut. Ia mengatakan Pemprov saat ini konsen terkait ketenagakerjaan. Pihaknya berharap para tenaga kerja di Lampung bisa bekerja dengan tentram, nyaman, dan sejahtera.

"Kami terima aspirasi buruh ini. Kami ingin pekerja di Lampung terus dilindungi dan keselamatannya kami terapkan. Penerapan K3 di seluruh perusahaan di Lampung wajib diterapkan," katanya.

Terkait THR, Pemprov juga kini membuka posko pengaduan THR keagamaan 2021 di Kantor Dinas Tenaga kerja Lampung. Buruh juga bisa mengadukan keluhannya terhadap pemberian THR pada kontak 0811-7245-501 dan 0813-6903-5421.

"Kalau ada perusahaan yang mengupah di bawah UMR silahkan lapor ke kami. Kami juga ada posko THR, apabila ada keluhan dari tenaga kerja silahkan melapor," katanya.

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait