DMIcovid19

Dewan Masjid Indonesia Serukan Masjid Dibuka Kembali di Masa Normal Baru

( kata)
Dewan Masjid Indonesia Serukan Masjid Dibuka Kembali  di Masa Normal Baru
Istimewa Edaran bertanggal 30 Mei 2020 tersebut berisi pedoman untuk masjid-masjid dan jemaah melaksanakan ibadah di masjid pada masa normal baru. Sumber: https://mediaindonesia.com/read/detail/317426-new-normal-dewan-masjid-indonesia-serukan-masjid

Jakarta (Lampost.co) -- Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI) mengeluarkan surat edaran (SE) ke-III. Edaran bertanggal 30 Mei 2020 tersebut berisi pedoman untuk masjid-masjid dan jemaah dalam melaksanakan ibadah di masjid pada masa normal baru (new normal).

SE yang ditandangani langsung oleh Ketua Umum Jusuf Kalla ini memuat sembilan poin. Pertama, DMI menyerukan agar masjid kembali dibuka untuk jamaah, baik salat wajib lima waktu maupun salat jumat. "Dengan tetap mengikuti perkembangan informasi penularan covid-19 di daerah setempat," bunyi surat tersebut.

Dalam situasi new normal ini, masjid harus memberlakukan protokol cegah tangkal covid-19 untuk menjaga keselamatan jamaah. Antara lain dengan menjaga jarak minimai 1 meter antarjemaah.

Jemaah juga wajib mengenakan masker dari rumah, membawa sajadah atau saputangan sendiri, atau kelengkapan lain yang diperlukan. Selanjutnya, masjid-masjid diimbau untuk menggulung karpetnya.

Pengurus masjid harus disiplin membersihkan lantai masjid atau musala dengen karbol dan disinfektan serta menyiapkan handsanitizer atau sabun. Masjid juga bisa memanfaatkan pengeras suara masjid sebagai media siar yang efektif untuk informasi penting dan bersifat darurat terkait cegah-tangkal covid-19.

Selain itu, dianjurkan untuk menampung zakat, infaq, sadaqah masyarakat, baik uang lump sum ataupun sembako. Hal itu bisa diberdayagunakan semaksimal mungkin untuk peningkatan imunitas kesehatan jamaah, baik vitamin C dan E maupun pangan/bahan pangan bergizi lainnya.

"Siagakan masjid sebagai Pos Reaksi Cepat (PRC) jika terdapat jamaah tertular covid-19," kata surat tersebut.

DMI juga mendorong Cipta Kondisi Masjid sebagai tempat aman yang steril dari covid-19 dengan memperkuat motto DMI "Memakmurkan dan Dimakmurkan Masjid'. Hal lain, ketentuan jaga jarak minimal 1 meter mengharuskan daya tampung masjid hanya sekitar 40% dari kapasitas normal sebelumnya.

"Karenanya, untuk memenuhi kebutuhan jamaah dan dengan mempedomani tujuan syari'at, pelaksanaan salat jumat dapst diatur di samping di masjid, musala, dan tempat-tempat umum," jelasnya. "Bagi daerah-daerah yang padat penduduk, dilaksanakan salat jumat 2 (dua) gelombang," imbuhnya.

Terakhir, jemaah yang sedang sakit batuk, demam, sesak nafas dan mengalami gejala flu diimbau untuk salat di rumah hingga dinyatakan sembuh. SE ini diserukan untuk seluruh jajaran Pimpinan Wilayah, Daerah, Cabang, Ranting, dan DKM/Takmir masjid seluruh Indonesia.
 

EDITOR

Media Indonesia

loading...

Berita Terkait

Komentar