#budidaya#porang

Desa Bumidaya Dorong Masyarakat Budidaya Porang

Desa Bumidaya Dorong Masyarakat Budidaya Porang
Kepala Desa Bumidaya Dudi Hermana saat menunjukkan tanaman porang yang bakal dijadikan inovasi desa setempat.


Kalianda (Lampost.co) -- Dinilai menjanjikan, Pemerintah Desa Bumidaya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, mendorong masyarakat untuk kembangkan budidaya tanaman porang. Bahkan, tanaman jenis umbi-umbian tersebut akan dijadikan sebagai inovasi desa setempat.

Kepala Desa Bumidaya, Dudi Hermana mengatakan di tengah pandemi Covid-19 ini pihaknya akan mengembangkan tanaman porang sebagai inovasi desa setempat. Sebab, tanaman porang dari spesies Amorphophallus oncophyllus muelleri Blume itu dapat mendongkrak perekonomian masyarakat.

"Ini kesempatan emas bagi petani karena tanaman porang saat ini menjadi komoditas primadona dan sangat menjanjikan, karena selain jadi komoditi ekspor, juga memiliki nilai jual tinggi. Tanaman porang ini akan menjadi inovasi desa kami," kata dia, Selasa, 6 April 2021.

Dia mengatakan untuk saat ini pihaknya akan uji coba budidaya tanaman porang dilahan tidak produktif seluas seperempat milik desa. Setelah berhasil, kedepan pihaknya dorong masyarakat supaya dapat membudidayakan tanaman porang tersebut.

"Sudah kami siapkan lahan untuk percobaan budidaya tanaman porang. Bahkan, saya sendiri bersama perangkat desa sudah melakukan study banding belajar di kebun tanaman porang di Lampung Timur," ujarnya.

Selain digunakan sebagai bahan makanan, kata dia, porang juga dapat digunakan sebagai bahan baku cat. Kemudian, porang mengandung beberapa zat seperti glucomannan yang penting sebagai bahan baku industri dan sumber karbohidrat dan memiliki khasiat bagi kesehatan.

"Tidak itu saja, kandungan tanaman porang bisa dimanfaatkan menjadi pengental pada makanan seperti sirop, es krim, dan juga agar-agar, bahan obat-obatan serta industri. Dari sini bisa lihat jika porang sangat menjanjikan," kata dia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, harga tanaman umbi porang saat ini ada dikisaran Rp8.000 sampai Rp12 ribu per kilogram. Dalam satu tanaman porang minimal menghasilkan satu kilogram umbi porang.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait