#teroris#densus88

Aktivitas ISIS Diawasi Usai Ramai Pembaiatan kepada Abu Hassan

Aktivitas ISIS Diawasi Usai Ramai Pembaiatan kepada Abu Hassan
Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri. Ilustrasi


Jakarta (Lampost.co) -- Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri memantau aktivitas teroris kelompok Negara Islam, Irak, dan Suriah (ISIS). Hal itu menyusul pembaiatan atau sumpah setia kepada pemimpin ISIS yang baru, Abu Hassan al-Hashemi al-Qurashi. 

"Banyak berbaiat kembali kepada pemimpin baru. Kami selalu memonitor aktivitas ini," kata Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar, dikutip dari Medcom.id, Kamis, 19 Mei 2022.

Baca juga: 5 WNI yang Jadi Fasilitator Keuangan ISIS Kirim Uang Pakai Kotak Amal

Pemantauan itu guna mengantisipasi pembaiatan massal di Tanah Air. Menurut dia, sejauh ini belum ada baiat massal kepada Abu Hassan. Proses baiat baru dilakukan secara perorangan atau dalam kelompok-kelompok kecil.

Seperti halnya 24 tersangka terorisme yang ditangkap pada Sabtu, 14 Mei 2022. Mereka berbaiat kepada Abu Hassan secara diam-diam melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp. 

Salah seorang tersangka berinisial H mengoordinasi beberapa orang yang memutuskan untuk melakukan baiat. Dia mengirimkan teks baiat melalui aplikasi pesan tersebut dan mengharuskan tersangka teroris membaca sambil membuat video.

Sementara itu, Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), Brigjen Ahmad Nurwakhid, mengatakan setiap pergantian pucuk pimpinan di organisasi teroris pasti akan diikuti dengan proses pembaiatan. Proses baiat itu pun disesuaikan dengan petunjuk atau arahan pemimpin di masing-masing wilayahnya.

Namun, Nurwakhid belum dapat memastikan proses baiat itu dilakukan massal atau perorangan di Indonesia. Dia menyebut penyidik Densus masih melakukan pendalaman.

"Apakah secara massal atau lainnya, masih didalami penyidik," ujar Ahmad saat dikonfirmasi terpisah.

Abu Hassan menjabat sebagai pemimpin ISIS baru pada Maret 2022. Dia menggantikan Abu Ibrahim al-Qurashi yang tewas meledakkan dirinya dan keluarga di tengah serangan tentara Amerika Serikat (AS) di barat laut Suriah pada 3 Februari 2022.

Ibrahim memimpin ISIS sejak 2019. Dia merupakan seorang etnis Turkmenistan dari kota Tal Afar di Irak. Dia menggantikan pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi yang tewas dalam serangan AS pada Oktober 2019.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait