#LAMPUNG#BERITALAMPUNGSELATAN

Denda untuk Mobil Tertahan di Tol Sesuai Aturan

Denda untuk Mobil Tertahan di Tol Sesuai Aturan
Ilustrasi: Pixabay.com


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kepala Cabang Jalan Tol Bakauheni Terbanggi (Bakter) Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Hanung Hanindito menanggapi adanya denda dan tertahannya pengguna jalan tol, yang hendak mengantarkan keluarganya berobat. Menurutnya, denda tersebut telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2017 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Pemerintah Nomor 15 tahun 2005 tentang Jalan Tol Pasal 86 ayat (2).

Hanung menjelaskan pengguna jalan dikenakan denda dua kali jarak terjauh karena tidak bisa menunjukkan asal gerbang dia masuk. Namun, ia tak menyebutkan besaran denda yang dikenakan oleh Yanto. Ia hanya menyebutkan denda yang dikenakan  adalah dua kali jarak terjauh, yakni Tarif Bakauheni dan Kayu Agung.

"Ketentuannya adalah satu kartu untuk satu kendaraan Ini berlaku di jalan tol seluruh Indonesia," ujarnya melalui telepon, Minggu 14 Februari 2021.

Terkait terbukanya pintu tol Lematang, saat Yanto ingin mencoba memasukkan kendaraan yang dikemudikan kakaknya, Hanung menambahkan sistem pintu masuk tol hanya terprogram untuk mencatat. Bukan untuk memilah apakah kartu tersebut milik pengguna kendaraan satu dan lainnya.


"Pengguna jalan tersebut sudah mengakui bahwa dia salah karena tidak punya saldo dan melakukan taping 1 kartu untuk 2 mobil," katanya.


Sebelumnya diberitakan, satu unit mobil Suzuki Futura dengan nomor BE 1802 BO, tertahan di jalan tol trans sumatera (JTTS) Ruas Bakauheni Terbanggi, pada Minggu 14 Februari 2021. Sempat tertahan sekitar dua jam, akhirnya kendaraan tol tersebut berhasil keluar dengan membayar denda Rp556 ribu dan bisa keluar sekitar pukul 18.15 WIB.

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait