#Demokrat#SBY

Demokrat Disebut Permalukan SBY Soal Palestina

Demokrat Disebut Permalukan SBY Soal Palestina
Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pertemuan di Istana Merdeka, 2019 lalu. Antara Foto


Jakarta (Lampost.co) -- Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang membandingkan rekam jejak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi) soal penanganan krisis di Palestina dikritik. Mereka disebut hanya mempermalukan SBY.

"Itu adalah sebuah kekeliruan dan hanya akan mempermalukan SBY," kata Direktur Eksekutif Qodari School of Politics (QSP) Muhammad Rahmad dalam keterangan tertulis, Jumat, 14 Mei 2021.

Rahmad menyinggung AHY, anggota DPR Fraksi Demokrat Anton Sukartono Suratto, dan Deputi Badan Komunikasi Strategi (Bakomstra) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Ricky Kurniawan yang mengomentari konflik Palestina dan Israel. Bahkan, Ricky membandingkan rekam jejak SBY yang disebut lebih hebat.

"Demokrat kubu AHY tidak mengikuti perkembangan hubungan diplomasi Indonesia dengan Palestina dan dunia internasional," papar dia.

Menurut Rahmad, Indonesia gigih berkomunikasi dengan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Dewan Keamanan PBB. Hal itu sudah dilakukan sebelum Demokrat kubu AHY bicara soal Palestina. Rahmad mencontohkan Indonesia telah berbicara di debat terbuka Dewan Keamanan PBB soal Palestina dan Timur Tengah, 23 April lalu.

Dalam forum itu, Indonesia menyampaikan rencana Israel untuk aneksasi Tepi Barat Palestina tidak hanya melanggar hukum internasional. Wacana itu juga mengancam proses perdamaian Israel-Palestina dan stabilitas di kawasan.

"Indonesia telah mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera menghentikan rencana Israel tersebut," tutur dia.

Sebelumnya, Ricky mengomentari konflik Palestina di era pemerintahan SBY dan Jokowi. Hal itu dia tulis melalui akun Twitter @RicKY_KCh, Selasa (11/5) pukul 12.26 WIB.

"Membahas Palestina di era pemerintahan SBY langkah-langkah nyata untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina telah dilakukan melalui pertemuan dengan negara-negara Arab dan PBB. Kalau sekarang boro-boro berunding negara-negara Arab, yang ada negara kita di-blacklist oleh Arab Saudi untuk ibadah hajinya," cicit Ricky.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait