#myanmar#Kudeta

Demo Anti-Kudeta Myanmar Rusuh, Tiga Orang Ditembak

Demo Anti-Kudeta Myanmar Rusuh, Tiga Orang Ditembak
Demonstrasi menolak kudeta militer di Myanmar. Foto: AFP.


Naypyidaw (Lampost.co) -- Sebanyak tiga orang terluka akibat peluru karet yang ditembakkan polisi Myanmar untuk membubarkan massa pedemo. Demonstrasi anti-kudeta kembali terjadi di hampir seluruh kota besar di Myanmar, termasuk di ibu kota, Naypyidaw.

Tiga orang yang terluka sudah mendapatkan perawatan di klinik terdekat. Seorang dokter mengungkapkan jika klinik tempatnya bekerja menerima tiga pasien luka-luka karena peluru karet.

Sementara itu, tiga orang lainnya mengalami cidera di bagian kepala dan sudah dipindahkan ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut.

Seorang saksi mata mengatakan bahwa para pedemo berlari berusaha menyelamatkan diri saat polisi mulai menembakkan peluru karet ke udara, bukan ke arah kerumunan massa.

"Mereka (polisi) melepaskan tembakan peringatan ke udara dua kali, kemudian menembak peluru karet (ke pedemo)," ucap warga, dilansir dari AFP, Selasa, 9 Februari 2021.

Para demonstran masih terus menyerukan penolakan mereka terhadap kudeta meskipun sudah dilarang militer yang berkuasa.

Protes sudah berlangsung selama empat hari berturut-turut. Para pedemo menolak kudeta militer yang menggulingkan pemimpin de facto, Aung San Suu Kyi.

Padahal, militer telah memperingatkan akan mengambil tindakan terhadap demonstrasi yang dianggap mengancam stabilitas dan keselamatan masyarakat.

Setelah menyaksikan ratusan ribu orang berdemonstrasi, pemimpin militer, Jenderal Min Aung Hlaing berpidato di televisi semalam dan membenarkan adanya perebutan kekuasaan.

Militer melarang pertemuan lebih dari lima orang di Yangon, Naypyidaw, dan beberapa wilayah lainnya di Myanmar. Jam malam juga diberlakukan di situs-situs pusat protes.

Namun, hari ini protes baru muncul di berbagai wilayah di Yangon, termasuk dekat markas Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), partai yang menaungi Suu Kyi.
 

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait