#Aktris#Penyanyi

Demi Lovato Mengaku Pernah Overdosis hingga 3 Kali Stroke

Demi Lovato Mengaku Pernah Overdosis hingga 3 Kali Stroke
Demi Lovato (Foto: wenn)


Jakarta (Lampost.co) -- Penyanyi Demi Lovato mengungkapkan kisah yang sangat pribadi, yakni tentang perjuangannya dengan kesehatan mental dan kecanduan obat-obatan. Ia mengalami beberapa kali stroke dan kerusakan otak, setelah overdosis.

 

Ia memilih menceritakan kisahnya dengan caranya sendiri, dalam film dokumenter empat bagian di tayangan YouTube. Trailernya telah dirilis, bertajuk "Demi Lovato: Dancing With The Devil".

Film dokumenter itu menampilkan cuplikan kehidupan Demi Lovato sebelum ia terjerumus narkoba dan setelah mengalami overdosis obat terlarang pada tahun 2018. Bahkan, juga diungkapkan bahwa Demi Lovato mengalami kondisi yang fatal bagi hidupnya, yakni stroke dan serangan jantung.

"Dokter saya mengatakan bahwa saya punya (waktu hidup) lima sampai sepuluh menit lagi," ucapnya dalam film dokumenter itu, saat mengenang tentang kejadian tersebut, dikutip dari CNN.

Demi Lovato dinyatakan selama bertahun-tahun dirinya mengalami kecanduan narkotika, penyakit mental, gangguan makan, serta overdosis. Lantaran demikian, ia sempat menjalani perawatan intensif.

Penyanyi berusia 28 tahun ini bahkan masih harus merasakan efek rasa sakit yang diakibatkan oleh kerusakan otak. Aktivitas sehari-harinya pun menjadi terbatas. Salah satunya, ia tidak bisa mengendarai mobil.

"Saya mengalami kerusakan otak, dan saya masih menghadapi efeknya hari ini. Saya tidak mengendarai mobil karena ada titik buta pada penglihatan saya. Saya juga sudah lama mengalami kesulitan membaca," ungkapnya.

"Aku merasa itu semua masih ada (terasa) untuk mengingatkanku tentang apa yang bisa terjadi jika aku masuk ke tempat yang gelap (terjerumus narkoba) lagi," tambahnya.

Pelantun Lagu "OK Not To Be OK" ini juga mengucapkan terima kasihnya karena masih bisa diingatkan agar menjadi pribadi yang lebih baik. Selain itu, ia juga bersyukur karena dirinya tidak perlu menjalani banyak rehabilitasi.

"Rehabilitasi datang dari sisi emosional dan sisi terapeutik, secara internal. Saya melakukan banyak pekerjaan setelah itu, hanya saja tidak secara fisik," pungkasnya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait