#nasional#jokowi#jusufkalla

Demi Kepentingan Lebih Besar, JK Korbankan Kepentingan Pribadi

Demi Kepentingan Lebih Besar, JK Korbankan Kepentingan Pribadi
Wakil Presiden Jusuf Kalla. (Foto: Medcom.id/Dheri Agriesta)


JAKARTA (lampost.co) -- Wakil Presiden Jusuf Kalla berpotensi mendampingi Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019 setelah melalui pembicaraan dengan sejumlah tokoh politik nasional. Kalla mengaku mengorbankan keinginan untuk istirahat dan pensiun.

Kalla membantah kemungkinan maju mendampingi Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019 dilandaskan ambisi pribadi. Saat ini, orang nomor dua di Indonesia itu mengaku hanya punya satu ambisi, istirahat.

"Otomatis sudah ada pembicaraan awal, di situ saya mengorbankan niat saya untuk istirahat, untuk pensiun," kata Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (24/7/2018).

Maju dalam Pilpres 2019 bukan sesuatu yang diinginkan mantan Ketua Umum Partai Golkar itu. Kalla menyebut permintaan maju kembali itu sebagai beban. Baginya, 20 tahun berada di pemerintahan sudah cukup.

Namun, Kalla tak bisa mengabaikan permintaan itu. Kata dia, ada kepentingan yang lebih besar ketimbang kepentingan pribadi. "Otomatis saya berpikir lebih jauh untuk kepentingan keseluruhan ke depan," kata Kalla.

Kemungkinan maju mendampingi Jokowi terbentur Undang-Undang. Partai Perindo sebagai partai pendukung pemerintah mengajukan gugatan uji materi terhadap Pasal 169 huruf n Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Kalla mengajukan diri sebagai pihak terkait dalam gugatan itu. Alasannya, Kalla memiliki pengalaman untuk memberikan keterangan dalam persidangan. Keterangan itu diharap dapat membantu MK memutus gugatan itu.

Saat ditekankan mengenai kemungkinan maju mendampingi Jokowi, Kalla enggan blak-blakan. Dia masih menunggu putusan yang dikeluarkan MK. "Kalau nanti sudah ada hasil dari MK tentu baru berpikir lebih lanjut lagi," kata dia.

 

EDITOR

MTVN

loading...




Komentar


Berita Terkait