#BandarLampung#KecamatanRawanBanjir

Delapan Kecamatan di Bandar Lampung Rawan Banjir

Delapan Kecamatan di Bandar Lampung Rawan Banjir
Waspada banjir. matamatanews.com


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandar Lampung telah memetakan wilayah kecamatan dan kelurahan yang berpotensi terkena bencana. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi musim hujan yang diperkirakan berlangsung bulan depan.
Kepala BPBD Bandar Lampung Edi Haryanto memaparkan berdasarkan data penelitian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) 2016—2020, wilayah rawan banjir meliputi delapan kecamatan, yaitu Tanjungkarang Barat, Tanjungkarang Timur, Telukbetung Utara, Bumiwaras, Panjang, Telukbetung Barat, Telukbetung Timur, dan Kedamaian. “Kalau banjir bandang memang bisa kena semua kecamatan, kecuali wilayah Way Halim dan Sukarame,” kata Edi di ruang kerjanya Jumat (6/10/2017).
Sementara itu, wilayah rawan bencana longsor saat musim hujan meliputi tujuh kecamatan, yaitu Telukbetung Timur, Telukbetung Barat, Kemiling, Tanjungkarang Barat, Tanjungkarang Pusat, Kedamaian, dan Panjang. “Wilayah Sukarame dan Tanjungsenang aman tidak ada potensi longsor,” kata dia.
Pihaknya juga terus melakukan sosialisasi kepada warga untuk mengantisipasi bencana banjir dengan melarang warga membuang sampah sembarangan. Bersama Dinas PU, BPBD telah memperbaiki drainase di Sukarame, dekat kantor PU Bandar Lampung, dan di Jalan Antasari, dekat Giant.
“Melalui program rutin Jumat bersih, kami juga selalu ingatkan. Koordinasi dengan Dinas PU untuk memperbaiki drainase juga dilakukan. Meskipun setiap tahunnya banjir tidak bisa dihindari, setidaknya kerusakan yang dihasilkan bisa ditekan,” ujarnya.
Edi juga menjelaskan kemampuan drainase atau saluran air yang ada tidak mampu menampung air hujan bercampur air sanitasi rumah tangga yang menyatu. Seiring bertambah banyaknya jumlah penduduk, drainase yang ada belum mampu menyerap karena banyak permukiman dan sedimentasi atau pendangkalan sungai.
“Dulu drainase mampu menampung karena jumlah penduduk juga hanya sekitar 636 ribu. Namun sekarang kan sudah 1,5 juta. Coba saja dikalikan jumlah limbah air yang dihasilkan kalau satu orangnya menghasilkan lima liter air.”

EDITOR

Firman Luqmanulhakim

loading...




Komentar